PD Pasar Angkat Tangan Atasi Bau TPS di Petisah

Sabtu, 24 Januari 2015 - 11:27 WIB
PD Pasar Angkat Tangan...
PD Pasar Angkat Tangan Atasi Bau TPS di Petisah
A A A
MEDAN - Bau sampah yang menyengat kawasan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan akibat tidak efektifnya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Petisah hingga kini belum ada solusinya.

Perusahaan Daerah (PD) Pasar selaku pihak pengelola Pasar Petisah angkat tangan mengatasinya, dan justru menuding warga memperparah keadaan. “Jika hanya sampah kami (Pasar Petisah) saja tidak akan sampai bau, masih bisa kami tutupi. Tapi ini sampah juga datang dari warga lingkungan sekitar pasar lantaran kecamatan tidak memiliki lokasi TPS, sehingga dibuka di sana,” ujar Direktur Utama PD Pasar Kota Medan, Benny Harianto Sihotang, kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin.

Dia menampik jika selama ini Dinkes Kota Medan mengajukan protes atau keberatan terkait TPS di kawasan tersebut. Padahal, sekretaris Dinkes Kota Medan beberapa hari lalu jelas-jelas protes karena membuat kantornya bau. Tapi Benny tidak mau PD Pasar disalahkan. Dia justru meminta Dinkes selaku bagian dari SKPD Kota Medan seharusnya bisa berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan agar tidak menjadikan kawasan tersebut sebagai TPS.

“Tidak ada surat yang sampai kepada kita sudah tiga tahun saya bekerja di sini. Seharusnya sangat diperlukan koordinasi bagaimana kondisi TPS dan pengelolaannya. Kami sangat senang kalau sampah hanya dari kami (pasar), tinggal tutup tidak bau lagi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pegawai Dinkes Kota Medan dan pengunjung setiap hari harus menikmati aroma bau busuk sampah dari Pasar Petisah yang terletak di seberang pintu masuk Kantor Dinkes. “Kami sudah lama mengajukan kepada PD Pasar agar tidak menjadikan lokasi tersebut sebagai pembuangan sampah, namun belum ada tindakan,” ungkap Sekretaris Dinkes Kota Medan, Irma Suryani.

Sementara itu, Camat Medan Petisah, Rakhmat Adi Syahputra Harahap, mengaku warganya terpaksa menjadikan seberang Kantor Dinkes sebagai TPS lantaran tidak ada lagi tempat yang bisa dijadikan TPS di kawasan itu. Dia menilai kawasan tersebut tidak menjadi masalah dijadikan TPS karena sifatnya hanya sementara. Tetapi seharusnya dikelola dengan teknologi oleh Dinkes, sehingga tidak menimbulkan aroma bau sampah.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Ahmad Arif, menilai tidak jadi masalah jika kawasan tersebut dijadikan TPS. Namun, jika sudah mengganggu dengan mengeluarkan aroma busuk yang berkelanjutan, akan menjadi masalah besar.

Irwan Siregar
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
1 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
2 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
2 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
3 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved