Belasan Gepeng Ditangkap

Jum'at, 23 Januari 2015 - 11:14 WIB
Belasan Gepeng Ditangkap
Belasan Gepeng Ditangkap
A A A
BANTUL - Belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) atau penyandang masalah kesehatan (PMK) terjaring razia oleh Satpol PP Bantul dan aparat kepolisian di sepanjang Ring Road Selatan dan Timur, kemarin.

Para PMK ini biasanya mangkal di perempatan ring road seperti Dong kelan, Druwo, Wojo, Giwangan, Ketandan, dan Blok O. Namun, banyak dari mereka yang berhasil meloloskan diri dari kejaran para petugas. Kepala Bagian Kerja Sama Satpol PP Bantul Sunarto mengatakan, razia PMK ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan ketertiban umum dan ketenteraman serta kenyamanan dimasyarakat.

Sebab selama ini, keberadaan gepeng tersebut sudah dinilai mengganggu pengguna jalan, serta menimbulkan ketidaknyamanan. “Ini memang razia rutin yang kami gelar,” ujarnya, kemarin. Mereka yang tertangkap selanjutnya akan diserahkan kedinas sosial dan di data. Kemungkinan besar nantinya diserahkan ke Propinsi untuk dibina bahkan diberi rumah seperti dijanjikan Gubernur DIY belum lama ini.

Selain melakukan razia kepada PMK, Satpol PP juga melaku kan sosialisasi terhadap para pengguna jalan terkait peraturan gubernur (pergub) tentang larangan memberi uang kepada pa ra pengemis dan gelandangan. Satpol PP melakukan sosialisasi tentang ancaman denda yang akan diberikan kepada pengguna jalan tersebut.

“Mereka kami serahkan ke dinas sosial,” tuturnya. Kepala Dinas Sosial Bantul Mahmudi mengungkapkan, mereka selanjutnya akan diserahkan ke panti rehabilitasi di Jalan Parangtritis. Namun untuk kejelasan apakah razia bagian dari program pemberian rumah atau bukan, pihaknya tidak memiliki kewenangan tersebut. Hanya saja, para PMK tersebut akan diperbaiki mentalnya agar tidak kembali memintaminta.

Namun demikian, Dinas Sosial merasa kesulitan untuk merehabilitasi mental mereka. Sebab untuk mengurai persoalan tersebut yang dibutuhkan kerja sama antarwilayah di DIY. Sehingga setelah dilakukan razia mereka tidak sekadar pindah tempat mangkal. Biasanya, jika Bantul menggencarkan razia, mereka lari kewilayah Kota Yogyakarta. Begitu juga sebaliknya, ketika Kota Yogyakarta melakukan razia, akan berpindah ke Sleman.

Melihat kondisi tersebut mestinya harus segera dilaku kan koordinasi antarwilayah. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah peran serta dari masyarakat sangat dibutuhkan agar program pembersihan PMK berhasil.

Erfanto Linangkung
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
9 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
9 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
10 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
11 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
11 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
14 jam yang lalu
Infografis
Mantan Presiden Filipina...
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap atas Perintah ICC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved