Mahasiswa Minta Jokowi Perhatikan Daerah Perbatasan Kalbar

Selasa, 20 Januari 2015 - 08:04 WIB
Mahasiswa Minta Jokowi...
Mahasiswa Minta Jokowi Perhatikan Daerah Perbatasan Kalbar
A A A
PONTIANAK - Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Indonesia meminta Presiden Joko Widodo yang hadir di Pontianak bisa lebih memperhatikan wilayah perbatasan Kalbar.

Hal ini disampaikan mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Digulist Universitas Tanjung Pura Pontianak, Senin (19/1/2015).

Korlap aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Indonesia, Rahmat Saiful mengungkapkan sudah seharusnya pemimpin negara memperhatikan rakyatnya.

"Presiden Jokowi harus membuktikan janji-janjinya ketika berkampanye akan mensejahterakan seluruh masyarakat jangan jadi omong kosong belaka, " ungkap Saiful.

Dalam aksinya puluhan mahasiswa tersebut menunjukan aksi berbaring di tanah ketika berorasi, ini menunjukan bahwa masyarakat merasa tertindas dengan beberapa kebijakan Presiden.

"Dinaik turunkannya harga bahan bakar minyak (BBM) adalah salah satu kebijakan yang terkesan tidak jelas landasannya, sementara kondisi perekonomian masyarakat masih sangat lemah," jelas Saiful.

Untuk itu mahasiswa berharap dengan kedatangannya besok, Presiden RI tersebut bisa menjelaskan kebijakan yang telah dibuat agar tidak akan muncul kontroversi di masyarakat.

"Kita tantang Jokowi untuk hadir dan berdialog dengan mahasiswa seluruh Indonesia pada acara Musyawarah Nasional BEM Seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat," pungkas Saiful.

Sementara itu mahasiswa Solmadapar yang menggelar aksi pada Senin pagi juga menyampaikan orasi untuk Presiden Jokowi agar lebih memperhatikan wilayah perbatasan Kalbar.

"Berkaitan datangnya orang nomor satu di Indonesia besok ke Pontianak, makanya kita turun menyampaikan beberapa tuntutan yakni tentang wilayah perbatasan Kalbar yang hingga saat ini semakin memprihatinkan," jelas Dayat selaku humas aksi.

Mahasiswa menilai Kalbar seperti dianak tirikan oleh pemerintah pusat karena kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah seolah dibiarkan.

"Pembangunan sepertinya hanya berpusat di pulau Jawa saja, dan alokasi dana juga banyak mengalir disana, seharusnya Presiden melihat langsung kondisi jalan di perbatasan Sanggau dan Sambas yang semakin rusak sehingga membuat masyarakat kesulitan melewati akses jalan tersebut," tambah Dayat.
(sms)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Saat Pandemi Covid-19,...
Saat Pandemi Covid-19, Aliansi Mahasiswa Papua Demo Tuntut Pembebasan 7 Tapol
Berita Terkini
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
10 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
27 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
44 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
1 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved