23 PAC Tolak Ketua DCP Gerindra
Senin, 19 Januari 2015 - 10:03 WIB
23 PAC Tolak Ketua DCP Gerindra
A
A
A
SURABAYA - DPC Partai Gerindra Kota Surabaya terancam pecah setelah 23 PAC menolak menghadiri rapat kerja (raker) yang digelar kemarin. Penyebabnya, mereka menolak hadir karena raker dihadiri Ketua DPC Partai Gerindra BF Sutadi.
Mereka menilai Sutadi tidak layak hadir karena sudah mengajukan pengunduran diri. Ketua PAC Kecamatan Krembangan, Joko Santoso, mengaku menolak ikut raker. Sebab BF Sutadi sudah menyatakan mundur maka dia tidak selayaknya terlibat dalam kegiatan organisasi.
Apalagi dia ikut dalam raker yang akan menghasilkan keputusan strategis partai. “Seharusnya raker itu digelar ketika sudah ada ketua DPC definitif. Ini kan belum ada. Pengajuan pengunduran diri Sutadi masih diproses di DPP,” katanya.
Menurut dia, pihaknya bersama 23 PAC yang lain sudah menyampaikan masalah ini ke Fraksi Gerindra di DPRD Kota Surabaya. Dia bergarap hasil raker tidak akan berdampak apa pun. Rekomendasi hasil raker juga tidak akan ditindaklanjuti PAC yang menolak raker.
“Sebenarnya, kami sudah mengajukan empat nama yang layak dipilih sebagai ketua DPC, di antaranya Aden Dharmawan, Edi Gunawan Santoso, Himawan, dan Yayuk Puji Rahayu. Jadi saya kira kalau Sutadi serius mundur, ya mundursaja. Jangan setengah-setengah,” kata Joko.
Bendahara DPC Partai Gerindra Surabaya, Aden Dharmawan, mengaku tidak mendapat undangan raker yang digelar di salah satu rumah makan di Jalan Manyar Kartika kemarin. Dia tidak mengetahui alasan apa tidak diundang. Namun, dia menyayangkan ada kegiatan raker ini.
Sebab BF Sutadi sudah mengundurkan diri sehingga dia tidak bisa ikut campur dalam kegiatan organisasi. “Sejumlah PAC juga meminta saya tidak mencairkan anggaran untuk kegiatan ini. Itu saya turuti. Kami tidak tahu uang dari mana untuk kegiatan raker itu,” kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Menanggapi persoalan ini, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPD Partai Gerindra Jawa Timur (Jatim), M Basuki menilai, meski BF Sutadi sudah menyampaikan surat pengunduran diri, namun hingga saat ini DPP belum memutuskan siapa pengganti mantan asisten I Pemkot Surabaya itu.
Artinya, kata dia, kehadiran Sutadi di raker tetap sah begitu juga raker yang digelar sah. “Secara legal formal, BF Sutadi masih menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra. Mau tidak mau itu harus tetap diakui. Saya kira persoalan ini kecillah dan itu wajar dalam partai. Jadi, kalau mau masuk partai harus siap sakit hati,” katanya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya BF Sutadi enggan berkomentar mengenai ancaman perpecahan di tubuh partai yang dibidani Prabowo Subianto ini. Menurut dia, sepanjang DPP belum memutuskan ketua DPC definitif, dirinya masih punya hak dan kewenangan terlibat dalam agenda-agenda penting partai termasuk ikut raker.
“Memang saya sudah mengajukan surat permohonan mengundurkan diri. Tapi kan tidak lantas saya harus lari dari partai. Saya akan terus mengawal sampai nanti ditetapkan ketua yang baru,” katanya.
Lukman Hakim
Mereka menilai Sutadi tidak layak hadir karena sudah mengajukan pengunduran diri. Ketua PAC Kecamatan Krembangan, Joko Santoso, mengaku menolak ikut raker. Sebab BF Sutadi sudah menyatakan mundur maka dia tidak selayaknya terlibat dalam kegiatan organisasi.
Apalagi dia ikut dalam raker yang akan menghasilkan keputusan strategis partai. “Seharusnya raker itu digelar ketika sudah ada ketua DPC definitif. Ini kan belum ada. Pengajuan pengunduran diri Sutadi masih diproses di DPP,” katanya.
Menurut dia, pihaknya bersama 23 PAC yang lain sudah menyampaikan masalah ini ke Fraksi Gerindra di DPRD Kota Surabaya. Dia bergarap hasil raker tidak akan berdampak apa pun. Rekomendasi hasil raker juga tidak akan ditindaklanjuti PAC yang menolak raker.
“Sebenarnya, kami sudah mengajukan empat nama yang layak dipilih sebagai ketua DPC, di antaranya Aden Dharmawan, Edi Gunawan Santoso, Himawan, dan Yayuk Puji Rahayu. Jadi saya kira kalau Sutadi serius mundur, ya mundursaja. Jangan setengah-setengah,” kata Joko.
Bendahara DPC Partai Gerindra Surabaya, Aden Dharmawan, mengaku tidak mendapat undangan raker yang digelar di salah satu rumah makan di Jalan Manyar Kartika kemarin. Dia tidak mengetahui alasan apa tidak diundang. Namun, dia menyayangkan ada kegiatan raker ini.
Sebab BF Sutadi sudah mengundurkan diri sehingga dia tidak bisa ikut campur dalam kegiatan organisasi. “Sejumlah PAC juga meminta saya tidak mencairkan anggaran untuk kegiatan ini. Itu saya turuti. Kami tidak tahu uang dari mana untuk kegiatan raker itu,” kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Menanggapi persoalan ini, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPD Partai Gerindra Jawa Timur (Jatim), M Basuki menilai, meski BF Sutadi sudah menyampaikan surat pengunduran diri, namun hingga saat ini DPP belum memutuskan siapa pengganti mantan asisten I Pemkot Surabaya itu.
Artinya, kata dia, kehadiran Sutadi di raker tetap sah begitu juga raker yang digelar sah. “Secara legal formal, BF Sutadi masih menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra. Mau tidak mau itu harus tetap diakui. Saya kira persoalan ini kecillah dan itu wajar dalam partai. Jadi, kalau mau masuk partai harus siap sakit hati,” katanya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya BF Sutadi enggan berkomentar mengenai ancaman perpecahan di tubuh partai yang dibidani Prabowo Subianto ini. Menurut dia, sepanjang DPP belum memutuskan ketua DPC definitif, dirinya masih punya hak dan kewenangan terlibat dalam agenda-agenda penting partai termasuk ikut raker.
“Memang saya sudah mengajukan surat permohonan mengundurkan diri. Tapi kan tidak lantas saya harus lari dari partai. Saya akan terus mengawal sampai nanti ditetapkan ketua yang baru,” katanya.
Lukman Hakim
(ftr)