Tak Diborgol dan Abunya Dibawa ke Vietnam

Sabtu, 17 Januari 2015 - 10:28 WIB
Tak Diborgol dan Abunya...
Tak Diborgol dan Abunya Dibawa ke Vietnam
A A A
SEMARANG - Dua hari menjelang pelaksanaan eksekusi hukuman mati, Tran Thi Bich Hanh, 37, menyampaikan permintaan terakhirnya.

Lewat tulisan tangan di atas secarik kertas, Bich Hanh kemarin meminta agar tak diborgol saat berada di hadapan regu tembak. Selain itu, perempuan asal Vietnam itu meminta jenazahnya dikremasi di Semarang dan abunya dibawa pulang ke negara asalnya. Permintaan itu disampaikan melakui Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Wanita (Lapas Bulu) Kota Semarang alias Lapas Bulu, Suprobowati.

“Di sini panggilannya Asien. Permintaan terakhir itu disampaikan ke saya. Asien ngobrol dengan saya dan menulis sendiri pesannya dengan tulisan tangan. Tulisannya memakai bahasa Indonesia. Sejak dipindahkan ke sini 3,1 tahun lalu, Asien memang mulai bagus bahasa Indonesianya,” ungkap Probo di Lapas Bulu kemarin.

Permintaan terakhir itu tidak disampaikan langsung ke jaksa karena Asien mengaku tidak bisa nyaman berbicara dengan jaksa. Sayang, Kalapas tidak mengizinkan KORAN SINDO memotret tulisan tangan permintaan terakhir Asien. Alasannya, harus seizin kejaksaan.

Setali tiga uang, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng Eko Suwarni juga melarang wartawan memotret tulisan tangan Asien tersebut. Dalam kesehariannya sebelum keputusan eksekusi beredar, Asien masih terlihat ceria dan nyaman. Awalnya penyelundup 1,1 sabu-sabu di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali itu ditempatkan di sel bersama beberapa terpidana warga negara asing (WNA) lainnya yang mendekam di sana.

Namun, dia kemarin sudah dipindahkan di sel isolasi. Komunikasi dengan keluarganya di Vietnam selama ini juga berjalan lancar. Bich Hanh menelepon keluarganya melalui wartelsuspas di Lapas yang diresmikan Februari 2012 silam. “Sekarang sudah sering makan masakan Indonesia. Memang dulu masih makan makanan Vietnam. Kami biasa beli di Gajahmada Semarang untuk dia,” papar Probo.

Asien juga aktif membuat kerajinan tangan, termasuk menjahit payet. Hobinya yang lain main gitar sambil bernyanyi. Di ujung eksekusi, saat mendekam di sel isolasi, Asien meminta rokok. Sebetulnya itu dilarang. Namun karena ini permintaan menjelang eksekusi akhirnya dikabulkan. “Tadi pagi dia masih main gitar sambil merokok. Terlihat tenang sekali, tidak ada beban,” ujar Probo.

Kepala Pengamanan LP Bulu, Putranti menambahkan, Asien memang meminta untuk dikremasi. “Nanti dikremasi di Kedungmundu (krematorium) dan abunya di bawa pulang ke Vietnam. Memang tidak ada permintaan, ingin keluarganya (Vietnam) ke sini,” ungkapnya.

Rohaniwan dari GBT Firman Kudus Semarang Luis Immanuel mengaku sering memberikan pendampingan dengan siraman-siraman rohani kepada Asien. “Mengatakan kepada saya, ingin abunya dikremasi. Awalnya mau dilarung di laut saja, tapi akhirnya ingin dibawa ke Vietnam,” kata dia.

Pantauan di Lapas Bulu Semarang kemarin terlihat penjagaan dari pihak kepolisian. Jaksa juga terlihat sibuk menyiapkan berkasberkas. Wartawan tidak boleh masuk dan mendekat ke pintu 4 alias pintu terakhir sebelum sel. Wartawan hanya diperbolehkan sampai pintu 3.

Berdasar data yang terpampang per Jumat (16/1/2015) siang, lapas yang terletak di Jalan MGR Soegijapranata itu dihuni total 274 warga binaan. Rinciannya, 238 status narapidana dan 36 tahanan. Padahal daya tampungnya hanya 174 dengan rincian untuk pidana umum 69 orang dan 1 residivis.

Sementara pidana khusus ada 204 orang yang terdiri atas 4 kasus perdagangan manusia (trafficking ), 159 narkoba, 40 korupsi, dan 1 pencucian uang (money laundry ) . Total WNA ada 6 orang, yakni dari Vietnam, Turki, China, Filipina, Taiwan, dan Iran.

Eka Setiawan
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
33 menit yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
7 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
8 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
10 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
10 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved