Pemulangan Pengungsi Sinabung Terhambat

Kamis, 15 Januari 2015 - 13:08 WIB
Pemulangan Pengungsi...
Pemulangan Pengungsi Sinabung Terhambat
A A A
MEDAN - Pemulangan sebanyak 2.443 jiwa atau 795 kepala keluarga (KK) pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung dari Desa Sigarang-garang dan Sukanalu, Kabupaten Karo, terhambat.

Pasalnya, lahan pertanian pengungsi masih tertutup abu vulkanik. Kepala Satgas Tanggap Darurat Gunung Sinabung, Letkol Inf Asep Sukarna, mengungkapkan, pada dasarnya para pengungsi sudah bisa dipulangkan ke desa masing-masing. Hal ini mengingat perbaikan rumah- rumah dan gedung-gedung fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah sudah selesai.

Namun, karena lahan tertutupi abu vulkanik, pengungsi belum bersedia pulang. Menurut Letkol Inf Asep Sukarna, pembersihan lahan pertanian bisa dilakukan sendiri oleh para pengungsi.

Pengungsi harus dididik mandiri untuk membersihkan lahan pertaniannya. “Memang pengungsi membutuhkan peralatan untuk membersihkan lahan pertanian yang tertutup abu vulkanik. Namun, saya rasa tidak semua tuntutan pengungsi bisa dipenuhi,” paparnya, Rabu (14/1).

Pengungsi memang sudah diperbolehkan pulang sejak 13 April 2014, setelah kedua desa tersebut dinyatakan aman oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Namun, pengungsi tetap tinggal di pengungsian yang tersebar di tujuh titik karena khawatir Sinabung erupsi lagi dan lahan pertanian yang tidak bisa diolah akibat tertutup abu vulkanik.

Lapisan abu vulkanik setebal 5-10 cm telah membatu sehingga lahan pertanian tidak bisa diolah. Beberapa warga mencoba membongkar dengan traktor kemudian menanam kentang, jagung, kol, dan lainnya, namun tanaman tersebut mati. “Saat hujan abu vulkanik, abu menyatu kembali dan membatu sehingga tanah menjadi keras,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo menuturkan, pengungsi meminta bantuan kepada pemerintah agar lapisan abu vulkanik dibuang ke tempat lain. BNPB sendiri telah meminta pemerintah setempat menyampaikan usulan dan kebutuhan penanganan masalah lahan pertanian pengungsi yang ditutupi abu vulkanik ke pemerintah pusat.

Dicky Irawan
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
19 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
28 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved