Tiket Masuk TSTJ Solo Bakal Dinaikkan Rp4.000
Rabu, 14 Januari 2015 - 01:00 WIB
Tiket Masuk TSTJ Solo Bakal Dinaikkan Rp4.000
A
A
A
SOLO - Jajaran Direksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo berencana menaikan harga tiket masuk ke lokasi wisata itu. Hal itu dilakukan karena harga pakan untuk binatang yang ada di taman satwa tersebut meningkat beberapa bulan terakhir ini.
Direktur TSTJ Lilik Kristianto menyebutkan, saat ini tiket masuk TSTJ dipatok Rp8.000 untuk setiap orang. Menurutnya, tiket itu termasuk murah untuk lokasi wisata yang ada di kota besar seperti Solo. Murahnya harga tiket masuk tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional dan harga pakan binatang yang menjadi koleksi taman satwa itu.
Menurutnya, beberapa bulan terakhir ini harga pakan dan biaya operasional naik beberapa kali. Dengan kondisi itu maka secara otomatis pengeluaran menjadi lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Padahal, pemasukan dari tiket selalu tetap dan tidak ada penambahan.
"Terhitung naiknya pakan sudah dua kali, sehingga kami berencana untuk menaikkan harga tiket masuk para pengunjung," ucap Lilik, Selasa (13/1/2015).
Lilik menyebutkan, idealnya tiket masuk yang dipatok menjadi Rp12.000 untuk setiap pengunjung atau naik sebesar Rp4.000. Kenaikan itu sudah bisa dipakai untuk mengatasi biaya pakan dan juga biaya operasional. Selain itu, dengan menaikkan harga tiket tersebut pengelola tidak perlu mengurangi besaran laba yang bakal disetorkan kepada Pemerintah Kota Solo.
"Pendapatan kita itu cukup besar Rp4,5 miliar setahun. Namun, karena besarnya biaya pakan, maka laba yang kita setorkan hanya Rp604 juta untuk tahun 2014. Kalau tiket naik, pendapatan yang kita setorkan bisa lebih dari itu," tegasnya.
Direktur TSTJ Lilik Kristianto menyebutkan, saat ini tiket masuk TSTJ dipatok Rp8.000 untuk setiap orang. Menurutnya, tiket itu termasuk murah untuk lokasi wisata yang ada di kota besar seperti Solo. Murahnya harga tiket masuk tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional dan harga pakan binatang yang menjadi koleksi taman satwa itu.
Menurutnya, beberapa bulan terakhir ini harga pakan dan biaya operasional naik beberapa kali. Dengan kondisi itu maka secara otomatis pengeluaran menjadi lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Padahal, pemasukan dari tiket selalu tetap dan tidak ada penambahan.
"Terhitung naiknya pakan sudah dua kali, sehingga kami berencana untuk menaikkan harga tiket masuk para pengunjung," ucap Lilik, Selasa (13/1/2015).
Lilik menyebutkan, idealnya tiket masuk yang dipatok menjadi Rp12.000 untuk setiap pengunjung atau naik sebesar Rp4.000. Kenaikan itu sudah bisa dipakai untuk mengatasi biaya pakan dan juga biaya operasional. Selain itu, dengan menaikkan harga tiket tersebut pengelola tidak perlu mengurangi besaran laba yang bakal disetorkan kepada Pemerintah Kota Solo.
"Pendapatan kita itu cukup besar Rp4,5 miliar setahun. Namun, karena besarnya biaya pakan, maka laba yang kita setorkan hanya Rp604 juta untuk tahun 2014. Kalau tiket naik, pendapatan yang kita setorkan bisa lebih dari itu," tegasnya.
(zik)