Basarnas Isyaratkan Hentikan Pencarian Korban AirAsia QZ8501

Selasa, 13 Januari 2015 - 07:09 WIB
Basarnas Isyaratkan...
Basarnas Isyaratkan Hentikan Pencarian Korban AirAsia QZ8501
A A A
JAKARTA - Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Frans Henry Bambang Soelistyo mengisyaratkan pesan bahwa operasi pencarian dan evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 akan segera berakhir.

"Ritme operasi sudah pada posisi slow down. Kebijakan-kebijakan kami lakukan, dan kekuatan tambahan dari negara lain sudah kami kurangi. Dan pada saatnya, kami harus memastikan kapan operasi ini akan ditutup," kata Soelistyo di kantornya, Jalan Angkasa Kemayoran, Jakarta, Senin (12/1/2015).

Arah dan persiapan untuk mengakhiri operasi ini, menurutnya, juga telah dipersiapkan. Meski dilain pihak, dia tidak bisa menyangkal masih besar harapan masyarakat agar Basarnas mampu menuntaskannya.

"Kami sedang pertimbangkan masak-masak, supaya nanti antara harapan dan realita bisa kami pertimbangkan dengan baik," lanjutnya.

Rencananya, sambung dia, Selasa 13 Januari 2014, dirinya akan berangkat ke Surabaya untuk menemui keluarga korban. Di situ dirinya akan mengungkapkan realita yang harus dihadapi dalam setiap operasi.

"Salah satunya (para korban) harus bisa menerima apabila kondisi pencarian sudah tidak lagi menemukan adanya korban, atau jenazah yang bisa dievakuasi. Mereka saya akan jelaskan antara harapan dengan kenyataan. Itu adalah flow dari operasi yang memang sudah kmai siapkan," tuturnya.

Meski begitu, Soelistyo memastikan penutupan operasi ini tidak serta merta menghentikan secara keseluruhan proses pencarian dan evakuasi. Karena Basarnas melalui kegiatan harian masih bisa melanjutkannya dilain waktu dengan lingkup kegiatan yang jauh lebih kecil.

"Kegiatan harian itu yang akan kita manfaatkan untuk melakukan pencarian-pencarian. Jadi bukan lagi operasi dalam bentuk join operation," lugasnya.

Dirinya pun menjamin, dengan peralatan dan perlengkapan yang ada, Basarnas masih dapat mengcovernya. "Kalau dengan area seperti itu, kami yakin masih bisa mengcover. Tentu nanti untuk melengkapi (kekurangan) itu kami dicover dan disupport oleh kelompok-kelompok masyarakat pecinta kegiatan kemanusiaan," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Indonesia Air Transport...
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR yang Hilang Berjumlah 7 Orang
Ini Pesan Terakhir Ferry...
Ini Pesan Terakhir Ferry ke Istrinya sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Gunakan Google Maps,...
Gunakan Google Maps, Ahli Inggris Klaim Deteksi Jejak Pesawat Nahas MH370 di Hutan Kamboja
BREAKING NEWS-Bawa 28...
BREAKING NEWS-Bawa 28 Orang, Pesawat An-26 Rusia Hilang di Kamchatka
Puing-puing Pesawat...
Puing-puing Pesawat An-26 Ditemukan, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas
Pesawat An-26 Rusia...
Pesawat An-26 Rusia Pembawa 28 Orang Jatuh ke Laut
Berita Terkini
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
1 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
2 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
2 jam yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
3 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
3 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
3 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved