Besok, Serpihan AirAsia Diserahkan ke Kantor SAR Semarang
Senin, 12 Januari 2015 - 20:30 WIB
Besok, Serpihan AirAsia Diserahkan ke Kantor SAR Semarang
A
A
A
SEMARANG - Tiga serpihan besar pesawat AirAsia QZ8501 dan beberapa benda lain akan diserahkan dari KRI Ahmad Yani ke Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Selasa (13/1/2015).
KRI Ahmad Yani sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Senin (12/1/2015) sekitar pukul 08.00 di Dermaga Samudera 2. Kapal itulah yang membawa aneka serpihan benda diduga kuat bidang AirAsia itu.
Aneka serpihan itu diletakkan di geladak helikopter bagian belakang KRI Ahmad Yani. KRI Usman Harun juga diketahui bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, di sisi barat KRI Ahmad Yani.
"Totalnya ada tiga pcs frame diduga kuat bidang AirAsia QZ8501, tiga tas kecil, satu rescue kit, dan satu yellow life rescue," ungkap Komandan KRI Ahmad Yani Letkol M Riza kepada KORAN SINDO di KRI Ahmad Yani, Senin (12/1/2015).
Aneka benda itu, jelas Riza, ditemukan oleh Kapal MV Swift Rescue milik Singapura di TKP jatuhnya pesawat AirAsia. Pihak KRI Ahmad Yani dititipi, untuk diserahkan ke otoritas terkait.
"Nantinya diserahkan ke KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Info yang saya terima, nanti diserahkan lewat Basarnas Kantor Semarang, yang diberi kewenangan," lanjutnya.
Riza menceritakan, kapal yang dipimpinnya itu berangkat dari Surabaya pekan lalu. KRI Ahmad Yani bukan kapal yang diperbantukan untuk operasi Search And Rescue (SAR). Hanya diperintah untuk membantu mengirimkan peralatan lifting dan selam, termasuk membawa enam penyelam dari Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair).
Terkendala cuaca buruk, pengiriman peralatan lifting dan selam gagal dilakukan ke KRI Banda Aceh di perairan itu. Pihaknya akhirnya hanya mengirimkan enam penyelam itu. Aneka peralatan itu akhirnya dibawa lagi hingga sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
"Ini kapal untuk patroli, kemarin itu (AirAsia) untuk tugas tambahan. Kami ke perairan selatan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Misi kami sudah selesai. Setelah mengisi logistik dan bahan bakar di sini (Tanjung Emas), kami melanjutkan tugas untuk patroli penegakan hukum di laut, timur Indonesia," jelas Riza.
Dihubungi terpisah, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono, membenarkan pihaknya akan menerima penyerahan aneka serpihan pesawat dari KRI Ahmad Yani. Dia sudah berkomunikasi dengan Letkol M Riza.
"Rencananya besok (Selasa 13/1/2015) kami akan menerima penyerahan itu. Lokasinya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang jam 09.00 pagi," tandasnya saat dihubungi KORAN SINDO.
KRI Ahmad Yani sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Senin (12/1/2015) sekitar pukul 08.00 di Dermaga Samudera 2. Kapal itulah yang membawa aneka serpihan benda diduga kuat bidang AirAsia itu.
Aneka serpihan itu diletakkan di geladak helikopter bagian belakang KRI Ahmad Yani. KRI Usman Harun juga diketahui bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, di sisi barat KRI Ahmad Yani.
"Totalnya ada tiga pcs frame diduga kuat bidang AirAsia QZ8501, tiga tas kecil, satu rescue kit, dan satu yellow life rescue," ungkap Komandan KRI Ahmad Yani Letkol M Riza kepada KORAN SINDO di KRI Ahmad Yani, Senin (12/1/2015).
Aneka benda itu, jelas Riza, ditemukan oleh Kapal MV Swift Rescue milik Singapura di TKP jatuhnya pesawat AirAsia. Pihak KRI Ahmad Yani dititipi, untuk diserahkan ke otoritas terkait.
"Nantinya diserahkan ke KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Info yang saya terima, nanti diserahkan lewat Basarnas Kantor Semarang, yang diberi kewenangan," lanjutnya.
Riza menceritakan, kapal yang dipimpinnya itu berangkat dari Surabaya pekan lalu. KRI Ahmad Yani bukan kapal yang diperbantukan untuk operasi Search And Rescue (SAR). Hanya diperintah untuk membantu mengirimkan peralatan lifting dan selam, termasuk membawa enam penyelam dari Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair).
Terkendala cuaca buruk, pengiriman peralatan lifting dan selam gagal dilakukan ke KRI Banda Aceh di perairan itu. Pihaknya akhirnya hanya mengirimkan enam penyelam itu. Aneka peralatan itu akhirnya dibawa lagi hingga sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
"Ini kapal untuk patroli, kemarin itu (AirAsia) untuk tugas tambahan. Kami ke perairan selatan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Misi kami sudah selesai. Setelah mengisi logistik dan bahan bakar di sini (Tanjung Emas), kami melanjutkan tugas untuk patroli penegakan hukum di laut, timur Indonesia," jelas Riza.
Dihubungi terpisah, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono, membenarkan pihaknya akan menerima penyerahan aneka serpihan pesawat dari KRI Ahmad Yani. Dia sudah berkomunikasi dengan Letkol M Riza.
"Rencananya besok (Selasa 13/1/2015) kami akan menerima penyerahan itu. Lokasinya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang jam 09.00 pagi," tandasnya saat dihubungi KORAN SINDO.
(zik)