Logo Baru Pemkot Pekalongan Dinilai Pemborosan

Jum'at, 09 Januari 2015 - 13:20 WIB
Logo Baru Pemkot Pekalongan...
Logo Baru Pemkot Pekalongan Dinilai Pemborosan
A A A
PEKALONGAN - Penggantian lambang baru Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dinilai pemborosan anggaran. Sebab, dipastikan bakal terjadi pembengkakkan anggaran untuk pembuatan emblem untuk seragam dinas serta sejumlah seragam sekolah.

"Otomatis anggaran yang dibutuhkan nanti sangat tinggi, emblem seragam PNS, seragam sekolah, bangunan-bangunan, dan masih banyak lagi," kata Ketua Divisi Kajian dan Advokasi P‎usat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Kota Pekalongan, Sugiharto, kepada wartawan, Jumat (9/1/2015).

Menurutnya, anggaran yang diperkirakan membengkak itu sebaiknya digunakan untuk kepentingan khalayak yang lebih bermanfaat.

"Kan lebih baik digunakan untuk perbaikan gorong-gorong misalnya, agar masyarakat tidak kebanjiran terus, atau untuk kepentingan masyarakat umum lainnya yang lebih bermanfaat," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad sebelumnya mengaku, perubahan logo baru Kota Pekalongan untuk memberi semangat baru bagi masyarakat dan PNS Kota Pekalongan.

Sehingga, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal. Selain itu, gambar benteng pada logo lama dinilai perlambang kekuasaan yang tidak fleksibel.

"Yang sakral itu agama kita. Logo Pemkot Pekalongan sendiri sudah tiga kali diubah sejak zaman penjajahan, dan terakhir diubah pada 15 Desember 1958. Logo baru menggambarkan semangat kerja tinggi," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
1 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved