Tim SAR Temukan 6 Objek Baru di Area Prioritas II
Kamis, 08 Januari 2015 - 20:34 WIB
Tim SAR Temukan 6 Objek Baru di Area Prioritas II
A
A
A
JAKARTA - Kegiatan penyisiran area prioritas II kembali membuahkan hasil. Tim SAR menemukan enam objek baru di sekitar area temuan ekor pesawat AirAsia QZ8501.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) Frans Henry Bambang Soelistyo membenarkan adanya enam objek yang berhasil dideteksi oleh kapal di sekitar area prioritas II. Total sudah ada tujuh objek yang berhasil dideteksi, satu di antaranya terkonfirmasi sebagai bagian ekor pesawat.
"Ada tujuh objek di bawah permukaan laut yang diduga bagian pesawat dan enam belum terkonfirmasi," kata Soelistyo di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/1/2015).
Keenam objek tersebut saat ini diupayakan diungkap Tim SAR. Sebanyak dua di antaranya bahkan tengah dideteksi oleh Kapal Baruna Jaya.
"Besok kita akan lakukan koordinasi untuk observasi, apakah baik menggunakan remoted operated vehicle (ROV) dan penyelaman," lanjut Soelistyo.
Menurut jenderal bintang tiga tersebut, dua metode itu gagal dilakukan hari ini karena tim kembali terkendala cuaca. "Hari ini kita dihambat arus laut yang mencapai 5 knot."
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) Frans Henry Bambang Soelistyo membenarkan adanya enam objek yang berhasil dideteksi oleh kapal di sekitar area prioritas II. Total sudah ada tujuh objek yang berhasil dideteksi, satu di antaranya terkonfirmasi sebagai bagian ekor pesawat.
"Ada tujuh objek di bawah permukaan laut yang diduga bagian pesawat dan enam belum terkonfirmasi," kata Soelistyo di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/1/2015).
Keenam objek tersebut saat ini diupayakan diungkap Tim SAR. Sebanyak dua di antaranya bahkan tengah dideteksi oleh Kapal Baruna Jaya.
"Besok kita akan lakukan koordinasi untuk observasi, apakah baik menggunakan remoted operated vehicle (ROV) dan penyelaman," lanjut Soelistyo.
Menurut jenderal bintang tiga tersebut, dua metode itu gagal dilakukan hari ini karena tim kembali terkendala cuaca. "Hari ini kita dihambat arus laut yang mencapai 5 knot."
(zik)