Harga BBM Naik Turun, Wali Kota Surati Pemerintah Pusat

Kamis, 08 Januari 2015 - 06:51 WIB
Harga BBM Naik Turun,...
Harga BBM Naik Turun, Wali Kota Surati Pemerintah Pusat
A A A
TANGERANG - Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyurati pemerintah pusat terkait penentuan harga tarif angkutan kota (angkot) pasca turunnya harga bahan bakar minya (BBM).

Hal tersebut dilakukan Arief karena para pengusaha angkot di wilayah Tangerang enggan menurunkan tarif lantaran harga BBM yang fluktuatif.

“Kami sudah perintahkan Dishub (Dinas Perhubungan) untuk surati pemerintah pusat. Karena setelah subsidi BBM dicabut, harganya mengikuti harga minyak dunia sehingga nilainya fluktuatif, bisa naik dan turun kapan saja,” tutur Arief, Rabu 7 Januari 2015.

Arief menginginkan adanya arahan pemerintah pusat untuk penyesuaian harga tarif angkutan. Dengan harga BBM yang terus berubah, kata dia, pemerintah daerah bingung untuk menentukan tarif.

“Tarif angkutan kan disesuaikan masing-masing daerah. Salah satu komponen tarif angkutan yakni BBM, tapi kalau kalau fluktuatif, bagaimana menentukan harganya? Sementara para sopir, kalau sudah naik mana mau turun,” tuturnya.

Pemerintah telah menurunkan harga BBM bersubsidi terhitung mulai 1 Januari 2015. Harga Premium dari Rp8.500 menjadi Rp7.600 per liter, solar dari Rp7.500 menjadi Rp7.250 per liter, Pertamax dari Rp9.950 per liter menjadi Rp9.600 per liter, dan Pertamax Plus dari Rp11.100 menjadi Rp10.750 per liter.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang bersama Organda telah menyepakati kenaikan tarif angkutan umum sebesar Rp1.000. Tarif tersebut mulai berlaku pada 20 November 2014.

Ketua Organda Kota Tangerang Eddy Fasial Lubis mengatakan, penurunan harga BBM tidak memengaruhi tarif angkot.

“Sementara tarif enggak mungkin diturunkan, karena turunnya harga BBM ini kan mengikuti harga minyak dunia. Jadi bisa tiba-tiba naik lagi,” katanya.
Menurunya, menurunkan tarif angkot akan menjadi riskan dan dapat menimbulkan gejolak jika harga BBM tiba-tiba kembali naik.

“Memang idealnya turun, tapi ini riskan. Kita juga dilema, kalau salah ambil keputusan, para sopir angkot bias demo lagi,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Kuota Jebol, Menteri...
Kuota Jebol, Menteri ESDM Ungkap Skenario Kenaikan Harga BBM Subsidi
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Pengamat: Rasionalisasi...
Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Berita Terkini
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
19 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
54 menit yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved