Banyak Instansi Lakukan Pencitraan Dalam Kasus AirAsia

Rabu, 07 Januari 2015 - 17:44 WIB
Banyak Instansi Lakukan...
Banyak Instansi Lakukan Pencitraan Dalam Kasus AirAsia
A A A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, banyak instansi dan kementerian yang berlomba-lomba mencari muka atas kasus jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.

"Kalau sanksi jatuhnya Airasia itu urusan pemerintah. Birokasi kacau balau dan ini terjadi di semua sektor. Lebih banyak instansi yang urgensinya tidak begitu berkepentingan masuk ke evakuasi. Ngapain menurunkan kapal perang? Ada Basarnas dan BPPT punya teknologi canggih," ujar Muzani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Menurut Muzani, semua instansi dan kementerian sedang adu unjuk kekuatan untuk melakukan pencitraan atas insiden jatuhnya pesawat nahas itu.

"Untuk apa dikerahkan kapal perang sebanyak-banyaknya, kan sudah ada SAR, BPPT memiliki alat canggih. Semua instansi sedang adu unjuk kekuatan, melakukan pencitraan. Kapal perang itu untuk situasi darurat," ujarnya.

"Ada dua hal yang saya lihat. Ini sebuah keprihatinan yang luar biasa. Dan, itu sesuatu yang harus diinstrospeksi di dalam dari institusi pemerintahan," tambahnya.

Selain itu, Muzani juga berpendapat bahwa dalam menangani kasus AirAsia, terdapat tumpang tindih dalam birokrasi pemerintah.

"Ada satu instansi yang menyatakan memberikan izin dan ada yang tidak memberikan izin, ada juga yang menyatakan itu ilegal dan ditarik," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Indonesia Air Transport...
Indonesia Air Transport Tegaskan Kru Pesawat ATR yang Hilang Berjumlah 7 Orang
Ini Pesan Terakhir Ferry...
Ini Pesan Terakhir Ferry ke Istrinya sebelum Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Gunakan Google Maps,...
Gunakan Google Maps, Ahli Inggris Klaim Deteksi Jejak Pesawat Nahas MH370 di Hutan Kamboja
BREAKING NEWS-Bawa 28...
BREAKING NEWS-Bawa 28 Orang, Pesawat An-26 Rusia Hilang di Kamchatka
Puing-puing Pesawat...
Puing-puing Pesawat An-26 Ditemukan, Seluruh Penumpang Dikhawatirkan Tewas
Pesawat An-26 Rusia...
Pesawat An-26 Rusia Pembawa 28 Orang Jatuh ke Laut
Berita Terkini
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
26 menit yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
1 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
1 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
2 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
2 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved