Muludan Sisakan Sampah

Selasa, 06 Januari 2015 - 10:20 WIB
Muludan Sisakan Sampah
Muludan Sisakan Sampah
A A A
CIREBON - Pascagelaran muludan (peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW) selama satu bulan, Keraton Kasepuhan Cirebon dan sekitarnya dipenuhi sampah.

Diperkirakan sampah beraneka jenis tersebut mencapai 50 ton. Selama sebulan menjelang dan hingga Maulid Nabi Muhammad SAW, di sekitar Keraton Kasepuhan digelar muludan berupa pasar rakyat. Sekitar 100.000 orang dari berbagai daerah, baik sewilayah Cirebon hingga Jakarta maupun Tegal, Jawa Tengah, memadati pasar muludan tersebut. Puncak muludan sendiri telah digelar Sabtu (3/1) lalu.

Kemarin, para pedagang yang sebelumnya memenuhi sudutsudut kawasan Keraton Kasepuhan hingga Alun-alun Kasepuhan, mulai membongkar kios masing-masing. Bersamaan dengan itu, sampah-sampah pun bermunculan dan berserakan sepanjang jalan masuk menuju keraton. Sebagian sampah bertumpuk di sejumlah sudut jalan, lainnya bertebaran memenuhi permukaan jalan dan sekumpulan lalat beterbangan di atasnya.

“Memang, setelah muludan pasti ‘terbit’ kotor. Mulai hari ini dibersihkan selama tiga hari ke depan,” kata Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, kemarin. Menurut dia, pembersihan sampah-sampah tersebut sebenarnya menjadi tanggung jawab pedagang dan pihak keraton. Namun, dia menyayangkan banyak pedagang yang meninggalkan sampah dan membuangnya sembarangan.

Dia memerkirakan sampah yang dihasilkan selama aktivitas pasar muludan mencapai 50 ton. Hal itu dengan asumsi, jika satu orang menghasilkan setengah kilogram sampah, dengan 100.000 pengunjung selama satu bulan maka sampah yang dihasilkan sekitar 50.000 kilogram atau 50 ton. Sebenarnya, lanjut dia, sudah ada tempat sampah di areal keraton maupun sekitar alunalun dan Masjid Sang Cipta Rasa di luar gerbang keraton.

Begitu pun setiap pedagang juga diharuskan menyiapkan tempat sampah. Namun, dalam kegiatan muludan tempat sampah dipastikan tak sanggup menampung sampah-sampah yang dihasilkan. “Karena itu, biasanya kami minta bantuan dinas kebersihan dan pertamanan (DKP) setiap tahunnya. Kami beri kontribusi juga atas bantuan DKP tersebut,” beber dia.

Namun siang kemarin belum tampak petugas DKP memungut sampah-sampah yang bertebaran. Hanya beberapa pemulung hilir mudik memungut sampah-sampah tertentu yang bisa dijual. Para pemilik kios yang tengah mem bongkar perlengkapan dagang dan stan masing-masing pun terlihat tak peduli dengan keberadaan sampah di sekitar mereka.

Erika Lia
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
3 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
4 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
5 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
6 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved