Belajar dari Tragedi AirAsia, Saatnya Pahami Standar Keselamatan Udara
Senin, 05 Januari 2015 - 19:04 WIB
Belajar dari Tragedi AirAsia, Saatnya Pahami Standar Keselamatan Udara
A
A
A
JAKARTA - Tragedi AirAsia QZ8501 yang dipastikan jatuh di Selat Karimata, membuat bangsa Indonesia berduka. Terlepas apakah AirAsia sukses atau tidak mendarat di perairan, ada baiknya penumpang pesawat mulai memperhatikan prosedur standar keselamatan udara.
Prosedur standar keselamatan udara diperagakan awak kabin sebelum pesawat lepas landas. Peragaan itu dilakukan secara langsung di antara para penumpang atau ditayangkan di layar televisi yang berada di kursi penumpang.
Biasanya peragaan itu dilakukan awak kabin dengan ekspresi datar. Sehingga seringkali penumpang pesawat tidak terlalu memperhatikan standar keselamatan udara yang diperagakan para awak kabin.
Awak kabin di beberapa maskapai seringkali memperagakan standar keselamatan tersebut dengan cara-cara yang lebih kreatif.
Selain peragaan secara langsung, standar keselamatan udara juga terdapat dalam manual book yang berada di setiap kursi para penumpang. Dalam dunia penerbangan manual book standar keselamatan udara biasa disebut safety card.
Dalam safety card ini terdapat instruksi-instruksi grafis kepada penumpang pesawat tentang prosedur untuk menangani kondisi darurat yang mungkin timbul selama penerbangan.
Instruksi atau petunjuk dibuat sesuai spesifik model pesawat yang mereka gunakan selama penerbangan.
Grafis menggambarkan prosedur seperti penggunaan sabuk pengaman, menguatkan dampak di kecelakaan pesawat, berurusan dengan penurunan tekanan udara, membuka pintu keluar darurat atau menggelembungkan rakit dalam hal terjadi pendaratan di air.
Representasi grafis memungkinkan kartu untuk dapat diakses oleh mereka yang berbicara bahasa yang berbeda dari para pramugari, serta anak-anak dan penumpang buta huruf.
Berikut standar keselamatan udara yang disalin Sindonews dari laman Ilmuterbang.com, Senin (5/1/2015).
1. Sabuk Pengaman
.jpg)
Para penumpang diharapkan dapat mengenakan, mengunci, dan membuka sabuk pengaman dengan baik dan benar. Terdapat dua macam sabuk pengaman, satu untuk orang tua dan anak-anak, dan untuk bayi.
Demi keselamatan, penumpang diharapkan selalu mengenakan sabuk pengaman saat duduk atau sinyal lampu sabuk pengaman dinyalakan.
2. Masker Oksigen
.jpg)
Jika tekanan udara di dalam kabin melebihi batas standar, masker oksigen akan keluar secara otomatis dari atas tempat duduk penumpang pesawat.
Masker oksigen juga akan keluar secara otomatis jika terjadi dekompresi atau kehilangan tekanan udara secara tiba-tiba. Dapat disebabkan dua hal secara umum, perlahan (berupa lubang kecil atau kegagalan alat pengatur tekanan udara) dan cepat (ada lubang besar seperti pintu yang lepas dan lain-lain).
Pakai masker oksigen secepatnya, kemudian bantu orang di sekitar anda untuk memakai masker. Setelah memasang masker oksigen, pastikan sabuk pengaman anda telah terpasang dengan baik. Kemudian bernapas seperti biasa.
3. Baju Pelampung
.jpg)
Lokasi baju pelampung penumpang biasanya terletak di bawah tempat duduk dan mudah diambil, bagaimana cara menggunakan dan mengikatnya, dan bagaimana cara mengembungkannya.
Fitur yang ada pada baju pelampung umumnya terdiri dari pipa tiup untuk menambah udara pada baju pelampung, lampu yang akan menyala secara otomatis jika terendam di dalam air, dan peluit yang berguna untuk menarik perhatian.
Baju pelampung diharapkan dikembungkan di ujung pintu pesawat sebelum melompat dan bukan di dalam kabin pesawat.
4. Jalur/Pintu Evakuasi, dan Rakit Penyelamat
Perhatikan informasi jalur keluar dari pesawat. Pintu mana saja yang dapat digunakan, lokasi rakit keselamatan.
Jika terdapat asap di dalam kabin, yaitu penumpang membungkuk dan mengikuti lampu di lantai yang mengarah keluar dari pesawat.
Selain mengikuti standar keselamatan udara, penumpang juga diharapkan mendukung standar-standar keselamatan itu dengan tindakan-tindakan sebagai berikut:
1. Meletakkan barang bawaan di ruang penyimpanan di atas atau di bawah tempat duduk. Karena jika terjadi evakuasi, barang bawaan tidak akan menghalangi jalur evakuasi.
2. Menegakkan sandaran kursi saat lepas landas dan sesaat sebelum mendarat. Jika posisi kursi telalu miring pada saat lepas landas atau sebelum mendarat, kemungkinan penumpang akan terlepas dari kursi.
Kemudian pada saat terjadinya evakuasi, maka kursi yang miring dapat memperlambat dalam proses.
3. Melipat meja yang terbuka pada saat lepas landas, mendarat, dan jika tidak digunakan pada saat penerbangan. Karena meja yang terbuka dapat memperlambat proses evakuasi.
4. Menurunkan sandaran tangan. Karena sandaran tangan sangat membantu pada saat terjadi goncangan yang secara tiba-tiba dan bersifat keras, seperti turbulensi.
5. Membuka penutup jendela pada saat lepas landas dan mendarat.
6. Menonaktifkan alat-alat elektronik. Selain akan mengganggu alat-alat navigasi di dalam kokpit, sinyal alat elektronik dapat mengganggu pendengaran jika ada tanda dan sinyal evakuasi.
Prosedur standar keselamatan udara diperagakan awak kabin sebelum pesawat lepas landas. Peragaan itu dilakukan secara langsung di antara para penumpang atau ditayangkan di layar televisi yang berada di kursi penumpang.
Biasanya peragaan itu dilakukan awak kabin dengan ekspresi datar. Sehingga seringkali penumpang pesawat tidak terlalu memperhatikan standar keselamatan udara yang diperagakan para awak kabin.
Awak kabin di beberapa maskapai seringkali memperagakan standar keselamatan tersebut dengan cara-cara yang lebih kreatif.
Selain peragaan secara langsung, standar keselamatan udara juga terdapat dalam manual book yang berada di setiap kursi para penumpang. Dalam dunia penerbangan manual book standar keselamatan udara biasa disebut safety card.
Dalam safety card ini terdapat instruksi-instruksi grafis kepada penumpang pesawat tentang prosedur untuk menangani kondisi darurat yang mungkin timbul selama penerbangan.
Instruksi atau petunjuk dibuat sesuai spesifik model pesawat yang mereka gunakan selama penerbangan.
Grafis menggambarkan prosedur seperti penggunaan sabuk pengaman, menguatkan dampak di kecelakaan pesawat, berurusan dengan penurunan tekanan udara, membuka pintu keluar darurat atau menggelembungkan rakit dalam hal terjadi pendaratan di air.
Representasi grafis memungkinkan kartu untuk dapat diakses oleh mereka yang berbicara bahasa yang berbeda dari para pramugari, serta anak-anak dan penumpang buta huruf.
Berikut standar keselamatan udara yang disalin Sindonews dari laman Ilmuterbang.com, Senin (5/1/2015).
1. Sabuk Pengaman
.jpg)
Para penumpang diharapkan dapat mengenakan, mengunci, dan membuka sabuk pengaman dengan baik dan benar. Terdapat dua macam sabuk pengaman, satu untuk orang tua dan anak-anak, dan untuk bayi.
Demi keselamatan, penumpang diharapkan selalu mengenakan sabuk pengaman saat duduk atau sinyal lampu sabuk pengaman dinyalakan.
2. Masker Oksigen
.jpg)
Jika tekanan udara di dalam kabin melebihi batas standar, masker oksigen akan keluar secara otomatis dari atas tempat duduk penumpang pesawat.
Masker oksigen juga akan keluar secara otomatis jika terjadi dekompresi atau kehilangan tekanan udara secara tiba-tiba. Dapat disebabkan dua hal secara umum, perlahan (berupa lubang kecil atau kegagalan alat pengatur tekanan udara) dan cepat (ada lubang besar seperti pintu yang lepas dan lain-lain).
Pakai masker oksigen secepatnya, kemudian bantu orang di sekitar anda untuk memakai masker. Setelah memasang masker oksigen, pastikan sabuk pengaman anda telah terpasang dengan baik. Kemudian bernapas seperti biasa.
3. Baju Pelampung
.jpg)
Lokasi baju pelampung penumpang biasanya terletak di bawah tempat duduk dan mudah diambil, bagaimana cara menggunakan dan mengikatnya, dan bagaimana cara mengembungkannya.
Fitur yang ada pada baju pelampung umumnya terdiri dari pipa tiup untuk menambah udara pada baju pelampung, lampu yang akan menyala secara otomatis jika terendam di dalam air, dan peluit yang berguna untuk menarik perhatian.
Baju pelampung diharapkan dikembungkan di ujung pintu pesawat sebelum melompat dan bukan di dalam kabin pesawat.
4. Jalur/Pintu Evakuasi, dan Rakit Penyelamat
Perhatikan informasi jalur keluar dari pesawat. Pintu mana saja yang dapat digunakan, lokasi rakit keselamatan.
Jika terdapat asap di dalam kabin, yaitu penumpang membungkuk dan mengikuti lampu di lantai yang mengarah keluar dari pesawat.
Selain mengikuti standar keselamatan udara, penumpang juga diharapkan mendukung standar-standar keselamatan itu dengan tindakan-tindakan sebagai berikut:1. Meletakkan barang bawaan di ruang penyimpanan di atas atau di bawah tempat duduk. Karena jika terjadi evakuasi, barang bawaan tidak akan menghalangi jalur evakuasi.
2. Menegakkan sandaran kursi saat lepas landas dan sesaat sebelum mendarat. Jika posisi kursi telalu miring pada saat lepas landas atau sebelum mendarat, kemungkinan penumpang akan terlepas dari kursi.
Kemudian pada saat terjadinya evakuasi, maka kursi yang miring dapat memperlambat dalam proses.
3. Melipat meja yang terbuka pada saat lepas landas, mendarat, dan jika tidak digunakan pada saat penerbangan. Karena meja yang terbuka dapat memperlambat proses evakuasi.
4. Menurunkan sandaran tangan. Karena sandaran tangan sangat membantu pada saat terjadi goncangan yang secara tiba-tiba dan bersifat keras, seperti turbulensi.
5. Membuka penutup jendela pada saat lepas landas dan mendarat.
6. Menonaktifkan alat-alat elektronik. Selain akan mengganggu alat-alat navigasi di dalam kokpit, sinyal alat elektronik dapat mengganggu pendengaran jika ada tanda dan sinyal evakuasi.
(hyk)