Januari, Harga Karet Masih Rendah

Sabtu, 03 Januari 2015 - 13:30 WIB
Januari, Harga Karet...
Januari, Harga Karet Masih Rendah
A A A
MEDAN - Harga karet untuk pengiriman Januari 2015 masih bertahan rendah. Pada bursa perdagangan karet di Singapura, harga tercatat sebesar USD1,52 per kilogram (kg).

Posisi ini tidak bergerak tinggi dibandingkan 2014 dengan harga terendah USD1,37 per kg. Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengatakan, harga karet belum menunjukkan penguatan, bahkan pada pengapalan 2015. Pengusaha dan petani belum juga bisa memperoleh keuntungan akibat kondisi ini.

“Ya harga karet mendekati pertengahan tahun belum juga membaik. Kami tidak tahu akan berlangsung sampai kapan. Yang pasti pengusaha dan petani masih rugi,” katanya di Medan, Jumat (2/1).

Meski begitu, pihaknya masih terus berupaya melalui International Trade Rubber Council (ITRC) seperti dalam bentuk menahan ekspor jika harga yang ditawarkan sangat rendah. Sejauh ini, kebijakan itu tampaknya belum membuahkan hasil. “Pada 2014, pengusaha sudah sepakat menahan ekspor, tapi nyatanya sampai sekarang masih rendah,” ujarnya.

Gapkindo belum bisa memastikan sampai kapan kondisi itu akan berlangsung. Jika harga minyak mentah dunia masih bertahan rendah, akan sulit mendongkrak harga karet lebih tinggi dari tahun ini. “Beberapa hal yang menjadi pendorong peningkatan harga karet masih sama dengan tahun ini, seperti harga minyak mentah dunia,” ucapnya.

Kepala Seksi Hasil Pertanian dan Pertambangan Subdinas Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Utara (Sumut), Fitra Kurnia mengatakan, sepanjang 2014 permintaan karet hanya berasal dari Amerika Serikat, China, Jerman, India, dan Belanda. Jika tahun lalu ada permintaan dari Korea Selatan dan Turki, tahun ini tidak ada.

“Diharapkan ada peningkatan permintaan karena selain harga turun, berkurangnya impor dari negara-negara buyer juga menjadi penyebab masih melemahnya harga karet hingga saat ini,” katanya.

Jelia Amelida
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
1 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
1 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved