Polda Sisir Perairan Utara Jawa Tengah

Sabtu, 03 Januari 2015 - 12:57 WIB
Polda Sisir Perairan...
Polda Sisir Perairan Utara Jawa Tengah
A A A
SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mengerahkan kapal patroli dan helikopter lengkap dengan krunya untuk menyisir perairan utara Jawa Tengah membantu pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501.

Tim bersama empat wartawan termasuk KORAN SINDO menyisir perairan menggunakan kapal patroli yang berangkat dari Markas Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair), kompleks Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang. Namun penyisiran kemarin, tak berlangsung mulus karena baru sekitar 2 mil dari bibir pantai, ombak besar langsung menghantam kapal.

Cuaca di lokasi tersebut juga sangat gelap. Kepala Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jateng Kombes Pol M Badrus yang memimpin pencarian memerintahkan kembali ke pelabuhan karena cuaca membahayakan. “Kita patroli sekaligus mencari korban AirAsia yang hanyut dimungkinkan ke arah selatan menuju perairan utara Jawa (tengah),” ungkapnya.

Kapal patroli yang digunakan saat pencarian itu Tipe C-2 Nomor Lambung: IX-2007/Tugu Muda dengan panjang 11,5meter. Kapal ini buatan Australia yang diresmikan pada Rabu, 13 Desember 2013, oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Dwi Priyatno.

Selain dengan kapal, penyisiran juga dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter Polda Jawa Tengah. “Cuaca tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian. Ombak di perairan utara Jawa Tengah mencapai ketinggian 2 meter,” kata Badrus.

Kepala Bagian Operasional Dit Polair Polda Jateng, AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, pada siang jam 12 ke atas, perairan Jawa Tengah ombaknya bisa lebih besar saat ini. “Para korban bisa saja hanyut sampai ke sini karena angin musim barat hingga Februari. Patroli dan imbauan cuaca buruk ini juga antisipasi bagi para wisatawan,” ujarnya.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Nur Ali mengungkapkan, pihaknya mengerahkan 15 kapal patroli berbagai tipe, termasuk helikopter untuk menyisir perairan dalam membantu pencarian para korban pesawat Air- Asia QZ 8501. Sejauh ini belum ditemukan, baik jenazah maupun puing di perairan utara Jawa Tengah.

“Kami juga mengirimkan 6 anggota Disaster Victim Identification (DVI), 2 anggota ke Pangkalan Bun dan 4 ke Surabaya. Di Pangkalan Bun dipimpin Ibu Hastry (AKBP Sumy Hastry Purwanti). Tim sampai kapan bekerja, belum tahu. Nanti dari Mabes yang menentukan,” katanya.

Eka Setiawan
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
9 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
9 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
10 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
10 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
10 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
11 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved