Alex : Dua Tahun ke Depan, Palembang Berantakan
Kamis, 01 Januari 2015 - 11:53 WIB
Alex : Dua Tahun ke Depan, Palembang Berantakan
A
A
A
PALEMBANG - Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengakhiri tahun 2014 dengan meminta maaf kepada masyarakat Sumsel khususnya warga Kota Palembang.
Alex meminta maaf ka rena pada dua tahun mendatang, Kota Palembang akan berantakan lantaran banyak proses pembangunan yang membutuhkan sejumlah fasilitas penunjang. “Banyak yang akan kita bangun nantinya. Mulai dari jem batan layang (flyover), Water Treatment Plan (WTP), rumah sakit hingga bangunan lain. Jadi, pada dua tahun kedepan, kita (Palembang) berantakan. Kita minta pengertiannya kepada masyarakat mulai dari sekarang,” ujar Alex Noerdin dalam konfrensi persnya terkait evaluasi 2014 dan resolusi 2015 di Palembang, kemarin.
Alex juga menjamin akan mempercepat pembangunan Jembatan Musi IV serta Jembatan Musi VI. Kedua fasilitas ini, lanjutnya bisa menjadi alternatif jalan setelah sebelumnya hanya ada Jembatan Ampera sebagai satu-satunya akses menuju Jakabaring Sport Center (JSC). “Jadi ada semacam skala prioritas. Intinya, semua proyek pembangunan, harus selesai di awal 2017. Tidak ada lagi pengerjaan,” tegasnya.
Ia menegaskan, proyek fly - over bertujuan untuk mengurangi waktu tempuh dalam kota, terutama menuju Kawasan Jakabaring. Pihaknya mem prioritaskan pembang unan dua jalan layang untuk mempermudah akses menuju Jakabaring. Pembangunan jalan layang baru yang akan dimulai pada tahun depan itu memiliki rute Simpang Bandara - Tanjung Api Api dan Sekip - Pangkal.
“Sebetulnya ada beberapa proyek flyover, seperti rute Keramasan-Kertapati, tetapi kami utamakan dahulu yang tadi dengan target akhir 2017 selesai,” katadia. Dalam kesempatan tersebut, Alex juga mengevaluasi pertumbuhan ekonomi Sumsel yang saat ini mencapai 5,1 – 5,6% per tahun.
Walaupun mengalami perlambatan yang kemungkinan besar di-akibatkan oleh harga karet, yang sempat turun drastis, pertumbuhan ekonomi Sumsel masih ditopang oleh sektor pertanian secara umum, sektor industri p ngolahan, sektor perdagangan dan hotel. “Jadi cukup bertahan. Mudah-mudahan pada 2015 bisa mengalami pening katan,” katanya.
Dirinya juga menargetkan, pada 2015 mendatang, APBD Sumsel menyentuh angka Rp8 triliun ketimbang 2014 sebesar Rp7,13 triliun. Kondisi ini juga memengaruhi persentase kemis kinan yang mengalami penurunan sebesar 0,15% dari 2013 dan 13,91% dari 2014. “Untuk itu, kita memerlukan kerja keras untuk melakukan percepatan penurunan angka kemiskinan tersebut. Setidaknya, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api bisa menjadi solusi utama,” katanya.
Sekretaris Daerah Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan, jika sikap sabar dan optimistis dari masyarakat Palembang sangat dibutuhkan. Meski harus merasakan sedikit kesemrawutan, namun hasilnya dapat dirasakan nanti oleh masyarakat itu sendiri. “Hanya dua tahun. Tidak lama. Kita juga bekerja keras untuk mendukung penuh event ini,” kata Mukti.
Andhiko Tungga Alam
Alex meminta maaf ka rena pada dua tahun mendatang, Kota Palembang akan berantakan lantaran banyak proses pembangunan yang membutuhkan sejumlah fasilitas penunjang. “Banyak yang akan kita bangun nantinya. Mulai dari jem batan layang (flyover), Water Treatment Plan (WTP), rumah sakit hingga bangunan lain. Jadi, pada dua tahun kedepan, kita (Palembang) berantakan. Kita minta pengertiannya kepada masyarakat mulai dari sekarang,” ujar Alex Noerdin dalam konfrensi persnya terkait evaluasi 2014 dan resolusi 2015 di Palembang, kemarin.
Alex juga menjamin akan mempercepat pembangunan Jembatan Musi IV serta Jembatan Musi VI. Kedua fasilitas ini, lanjutnya bisa menjadi alternatif jalan setelah sebelumnya hanya ada Jembatan Ampera sebagai satu-satunya akses menuju Jakabaring Sport Center (JSC). “Jadi ada semacam skala prioritas. Intinya, semua proyek pembangunan, harus selesai di awal 2017. Tidak ada lagi pengerjaan,” tegasnya.
Ia menegaskan, proyek fly - over bertujuan untuk mengurangi waktu tempuh dalam kota, terutama menuju Kawasan Jakabaring. Pihaknya mem prioritaskan pembang unan dua jalan layang untuk mempermudah akses menuju Jakabaring. Pembangunan jalan layang baru yang akan dimulai pada tahun depan itu memiliki rute Simpang Bandara - Tanjung Api Api dan Sekip - Pangkal.
“Sebetulnya ada beberapa proyek flyover, seperti rute Keramasan-Kertapati, tetapi kami utamakan dahulu yang tadi dengan target akhir 2017 selesai,” katadia. Dalam kesempatan tersebut, Alex juga mengevaluasi pertumbuhan ekonomi Sumsel yang saat ini mencapai 5,1 – 5,6% per tahun.
Walaupun mengalami perlambatan yang kemungkinan besar di-akibatkan oleh harga karet, yang sempat turun drastis, pertumbuhan ekonomi Sumsel masih ditopang oleh sektor pertanian secara umum, sektor industri p ngolahan, sektor perdagangan dan hotel. “Jadi cukup bertahan. Mudah-mudahan pada 2015 bisa mengalami pening katan,” katanya.
Dirinya juga menargetkan, pada 2015 mendatang, APBD Sumsel menyentuh angka Rp8 triliun ketimbang 2014 sebesar Rp7,13 triliun. Kondisi ini juga memengaruhi persentase kemis kinan yang mengalami penurunan sebesar 0,15% dari 2013 dan 13,91% dari 2014. “Untuk itu, kita memerlukan kerja keras untuk melakukan percepatan penurunan angka kemiskinan tersebut. Setidaknya, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api bisa menjadi solusi utama,” katanya.
Sekretaris Daerah Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan, jika sikap sabar dan optimistis dari masyarakat Palembang sangat dibutuhkan. Meski harus merasakan sedikit kesemrawutan, namun hasilnya dapat dirasakan nanti oleh masyarakat itu sendiri. “Hanya dua tahun. Tidak lama. Kita juga bekerja keras untuk mendukung penuh event ini,” kata Mukti.
Andhiko Tungga Alam
(ftr)