RSUD Pirngadi Terapkan Sistem Satu Jam Tuntas

Senin, 29 Desember 2014 - 13:05 WIB
RSUD Pirngadi Terapkan...
RSUD Pirngadi Terapkan Sistem Satu Jam Tuntas
A A A
MEDAN - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan menerapkan sistem pelayanan Satu Jam Tuntas.

Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Edwin Effendi mengungkapkan sistem pelayanan ini dimulai dari instalasi gawat darurat (IGD). Dalam pelaksanaannya nanti, setiap tenaga media akan memberikan penjelasan kepada pasien apa tindakan dan upaya yang diperlukan.

Sehingga tak perlu menunggu lama, kurang dari satu jam diharapkan pasien dapat memaklumi dan mengerti tentang pelayanan yang diberikan. “Sistem satu jam tuntas ini, dimulai sejak penerimaan sampai tindakan yang diberikan selanjutnya. Apakah pasien di IGD hanya rawat jalan atau menjalani rawat inap,” ujar Edwin, Minggu (28/12).

Selain itu, penjadwalan tindakan terapi dan status pasien diberikan secara tertulis oleh tenaga medis. Sehingga tidak ada tindakan yang terlalaikan. Agar sistem ini berjalan seperti yang diharapkan, Edwin akan berkeliling ke ruangan perawatan. Dia akan mengawasi dengan ketat sehingga memudahkan pengawasan tindakan yang dilakukan kepada pasien sesuai yang diperlukan.

Selain meningkatkan pelayanan, di ruangan perawatan akan ditempatkan petugas penyuluh yang mengingatkan keluarga pasien dan lainnya tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. “Sehingga keluarga pasien tidak membuang sampah dan puntung rokok sembarangan karena disediakan tempat sampah. Di rumah sakit tidak boleh ada yang merokok, ada petugas yang akan memberikan penjelasan, ” ucapnya.

Penyuluhan mengenai kebersihan ini, dilakukan setiap hari dengan cara bergantian sesuai shift jaga paramedis. Pelaksanaan kegiatan, kata Edwin, menjadi tanggung jawab kepala ruangan untuk memberdayakan dan memfungsikan petugas di setiap ruangan masing-masing.

Menurutnya, hal itu memang harus dilakukan karena masyarakat harus terus berulang, jangan bosan diingatkan pentingnya menjaga kebersihan untuk kesehatan. Seorang keluarga pasien, Ahmad, 38, menyambut baik langkah yang dilakukan rumah sakit milik Pemko Medan ini. Menurutnya, dengan memberikan penjelasan rinci dan terpadu terkait kondisi pasien kepada keluarga memang harus dilakukan dengan cepat.

“Di rumah sakit negara tetangga kita, hal seperti ini sudah diterapkan sejak lama. Dengan begitu keluarga pasien akan merasa lebih tenang dan tidak bertanyatanya,” tandasnya.

Siti Amelia
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
33 menit yang lalu
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
51 menit yang lalu
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
52 menit yang lalu
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
2 jam yang lalu
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
3 jam yang lalu
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved