Nguri-uri Budaya dengan Lomba Rancang Busana dan Motif Batik

Senin, 29 Desember 2014 - 12:40 WIB
Nguri-uri Budaya dengan...
Nguri-uri Budaya dengan Lomba Rancang Busana dan Motif Batik
A A A
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar Lomba Rancang Busana Batik 2014, Sabtu (27/12).

Ini adalah kegiatan untuk semakin melekatkan batik dalam kehidupan masyarakat Pekalongan sekaligus menjaga kelestariannya. “Ini sekaligus juga nguri-uri budaya. Sebab batik sudah identik dengan Kabupaten Pekalongan,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Pekalongan, Ali Reza, kemarin.

Menurutnya, batik di Kabupaten Pekalongan memiliki potensi besar dalam segala hal sehingga pihaknya menggelar lomba rancang busana batik itu. “Batik Kabupaten Pekalongan itu kaya motif sehingga dengan lomba ini, kami harap muncul motif-motif kreasi baru karya warga Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Pihaknya berharap nanti memberikan dampak ekonomi positif dengan perkembangan motif-motif batik di Kabupaten Pekalongan, sehingga membawa kesejahteraan untuk masyarakat setempat. “Ini sebagai titik awal kegiatan serupa sehingga ke depan bisa kami gelar kegiatan lebih besar dan membawa dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat,” katanya.

Total ada 101 karya dari 78 peserta. Karya-karya itu terdiri dari peserta lomba motif batik 50 orang dan lomba rancang busana 51 orang. “Itu karya lokal Kabupaten Pekalongan semua. Grand final ada 25 nominasi yang masuk terdiri dari 10 kategori lomba desain motif batik dan 15 kategori desain rancang busana. Nanti pemenang desain motif akan kami rekomendasikan untuk seragam. Sementara untuk yang menang rancang busana diproyeksikan ke kejuaraan tingkat provinsi,” tuturnya.

Bupati Pekalongan Amat Antono berharap kegiatan itu menjadi inspirasi kreatif batik di Kabupaten Pekalongan. “Sehingga muncul kreativitas masyarakat di Kabupaten Pekalongan, baik di bidang batik maupun di bidang lainnya,” ujarnya.

Pihaknya meminta tahun depan kegiatan serupa digelar dengan lebih banyak peserta sehingga tidak hanya peserta dari Kabupaten Pekalongan. “Dengan begitu persaingan lebih banyak dan kreativitas batik juga akan lebih beragam,” katanya.

Prahayuda Febrianto
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved