Keutamaan Air dalam Tradisi Siraman Panjang

Senin, 29 Desember 2014 - 12:14 WIB
Keutamaan Air dalam...
Keutamaan Air dalam Tradisi Siraman Panjang
A A A
CIREBON - Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon didahului tradisi siraman panjang di Bangsal Pungkuran Keputren, kemarin.

Siraman panjang berarti membersihkan piring (panjang) dengan cara dicuci menggunakan air yang mengingatkan keberadaannya sebagai sumber kehidupan. Piring yang dibersihkan berukuran besar dan berjumlah sekitar 40 buah. Selain piring, turut dibersihkan pula dua guci serta botol-botol kaca yang juga bernilai pusaka. Mereka diyakini peninggalan masa Sunan Gunung Jati berusia ratusan tahun.

Siraman panjang merupakan salah satu rangkaian jelang puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ditandai dengan tradisi panjang jimat. Panjang jimat merupakan pawai alegoris kelahiran manusia laki-laki di malam hari, dalam hal ini Nabi Muhammad SAW. Pada panjang jimat nantilah piring yang dicuci akan dijadikan tempat nasi jimat. Sedangkan guci akan diisi air serbat yakni air gula yang kemudian akan dibagikan kepada wargi dan masyarakat.

Siraman panjang sendiri dimulai dengan iring-iringan kaum dan abdi dalem yang membawa benda-benda pusaka dari tempatnya tersimpan di gudang pusaka, di bagian belakang Bangsal Keraton Kasepuhan. Semua benda tersebut terbungkus kain putih. Di Bangsal Pungkuran Keputren, semua benda pusaka diletakkan di atas meja.

Di tengah ruangan, terdapat sebuah bak kayu berisi air, sementara keluarga dan kerabat keraton duduk mengelilinginya. Satu per satu benda pusaka dicuci dan diakhiri doa bersama. Begitu seluruh rangkaian prosesi yang sakral itu selesai, pintu belakang keputren dibuka. Bersamaan dengan itu, sebagaimana kebiasaan yang terjadi sebelumnya puluhan warga yang telah menunggu di depan pintu, langsung menyerbu bak air bekas cucian.

Mereka kemudian berusaha mewadahi air tersebut dengan botol, ember, maupun kantong plastik, yang dibawanya. Sebagian dari mereka bahkan menyiramkan langsung air bekas cuci tersebut ke badan, ada pula yang hanya membasuhkannya ke wajah. Selama bertahun-tahun mereka tetap meyakini air tersebut mengandung berkah yang diharapkan ‘bersemayam’ di tubuh masing-masing. “Katanya mengandung berkah, saya berharap rizki tahun ini bertambah,” ungkap seorang warga Kecamatan Plered, Teguh, seraya menyidukkan air ke dalam botol bekas air mineral yang dibawanya.

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menerangkan, air dalam prosesi siraman panjang mengandung makna penting, terutama dalam ajaran Islam. Hampir semua makhluk hidup berunsur air.

Erika Lia
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
32 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
57 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
5 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved