Perpustakaan Terbesar ASEAN Buka 2015

Jum'at, 26 Desember 2014 - 11:56 WIB
Perpustakaan Terbesar...
Perpustakaan Terbesar ASEAN Buka 2015
A A A
YOGYAKARTA - Perpustakaan Daerah (Perpusda) DIY dimanjakan dengan uang Rp22,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY 2015.

Targetnya perpustakaan terbesar di Asia Tenggara atau ASEAN ini bisa dioperasionalkan pada akhir 2015. Kepala Badan Perpusatakan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Budi Wibowo mengakui, megaproyek yang diampunya sempat terbelit masalah hukum. Pembangunan sempat mandek karena ada gugatan perdata dari Pemda DIY kepada PT Ampuh Sejahtera selaku rekanan yang enggan melanjutkan pembangunan proyek ini.

Setelah ada keputusan hakim yang memerintahkan PT Ampuh Sejahtera menyelesaikan pekerjaan sehingga berakhir sudah proses hukum. “BPAD bisa melanjutkan proses pembangunan yang sempat terhenti. APBD DIY senilai Rp22,5 miliar sudah disiapkan untuk penyelesaiannya,” katanya, kemarin.

Mantan Sekda Kulonprogo ini menjelaskan, rincian Rp22,5 miliar tersebut untuk menuntaskan interior perpustakaan senilai Rp18 miliar serta penataan taman Rp4,5 miliar. Untuk megaproyek yang berada di Jalan Janti ini, BPAD memang minta kualitas bagus.“Saya minta high quality semua,” katanya.

Budi mengungkapkan, sebagai tahap awal proses lelang interior dan taman segera dilaksanakan. Targetnya pada akhir 2015, Perpusda bisa dibuka untuk umum. Kelengkapan koleksi juga sudah disiapkan BPAD mulai dari arsip-arsip Keraton Yogyakarta, Puro Pakualaman, Taman Siswa, maupun arsip penting lainnya berkaitan dengan Yogyakarta. Tercatat ada 7.700 naskah kuno di Keraton.

Namun, hanya 5.000 di antaranya yang sudah dikelola dan diselamatkan dan sisanya sekitar 2.700 naskah/- buku kuno masih belum tersentuh karena rapuh. Banyak lembaran sudah lengket dan butuh penanganan khusus untuk membukanya. Karena itu, proses restorasi, alih bahasa, maupun digitalisasi naskah, terus dilakukan hingga seluruhnya tersasar.

Dia mengungkapkan, BPAD DIY juga mengakuisisi koleksi buku-buku Karta Pustaka, sebuah lembaga kerja sama budaya antara Indonesia dan Belanda yang ditutup awal Desember lalu. Rencananya semua arsip bisa diformat e-book saat Perpusda di-launching akhir 2015 nanti. “Nanti juga untuk membangun lemari besi antiapi yang bisa menyimpan naskah-naskah penting,” kata Budi.

Untuk proses alih bahasa, digitalisasi arsip, dan naskah kuno, ada dua sumber anggaran yang disiapkan. Pada 2014, kata dia, untuk penyelamatan naskah kuno dianggarkan dari APBD DIY 2014 sebesar Rp10 miliar dan Rp7 miliar dari Dana Keistimewaan (Danais) 2014. Danais Rp7 miliar itu untuk penyelamatan naskah kuno Keraton Kasultanan Yogyakarta dan Puro Pakualaman.

Sementara alokasi Rp10 miliar dari APBD ditujukan untuk penyelamatan naskah di luar Keraton dan Puro. Misalnya restorasi Staatsblad (Lembaran Negara Republik Indonesia saat zaman Kolonial) tahun 1836 dan 1910.

Terpisah, anggota Komisi A DPRD DIY Agus Sumartono menilai, pembangunan infrastruktur Perpusda harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia (SDM). Apalagi BPAD punya konsep e-learning serta program Jogja Library for All yang menyajikan perpustakaan dengan konsep digitalisasi. “Kalau SDM tidak siap, ini mubazir (siasia),” kata Agus.

Ridwan Anshori
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
43 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
57 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved