Panen Duku Kembali Gagal

Rabu, 24 Desember 2014 - 10:39 WIB
Panen Duku Kembali Gagal
Panen Duku Kembali Gagal
A A A
MUARAENIM - Warga dan petani pemilik kebun duku di Kecamatan Muaraenim dan Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim mengaku kecewa karena tahun ini pohon duku milik mereka kembali gagal berbuah.

Padahal, saat musim kemarau beberapa waktu lalu bunga atau kembang duku sangat lebat. Hanya saja saat buah tersebut menjadi putik sehingga gugur dan gagal menjadi buah. Zainal, 47, warga Desa Kepur, Kecamatan Muaraenim mengatakan, pohon duku di kawasan tersebut sudah tiga tahun belakangan tidak berbuah.

Salah satu penyebab menurutnya, karena faktor cuaca. Melihat bunga duku yang keluar saat musim kemarau lalu, warga sangat berharap akan ber tambah pendapatan dari hasil menjual buah duku. Hanya saja seiring pergantian cuaca, harapan tersebut sirna. “Bagaimana mau panen, buahnya setangkai pun tidak ada yang jadi, padahal waktu berbunga sangat lebat, tapi karena perubahan cuaca jadi gugur semua,” ungkapnya, kemarin.

Buah duku menurutnya, bagi warga desa tersebut, bisa dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan tahunan. Karena pohon duku hanya berbuah setahun sekali. Karena itu, pemilik kebun duku sangat mengharapkan setiap tahun akan panen dan bisa menjual buah duku sebagai penambah penghasilan. “Jadi bisa dikatakan sudah tiga tahun belakangan ini kami hanya menunggu dan berharap,” tandasnya.

Sementara, tokoh pemuda Desa Kepur Kalbadri mengungkapkan, selain karet, pohon duku juga menjadi salah satu sumber penghasilan warga. Bahkan tidak sedikit warga yang kebunnya hanya ditanami pohon duku sama sekali.

Dengan kata lain, pohon duku memang dibudidayakan dan bukan hanya menjadi tanaman sela atau pelindung. “Kalau yang punya sebatang atau dua batang tidak terlalu menjadi persoalan, namun bagi yang khususnya berkebun duku jelas sangat mengecewakan,” tukasnya.

Bahkan menurutnya, hampir rata-rata duku yang ada di Kecamatan Muaraenim dan Ujan Mas sama sekali tidak berbuah akibat faktor cuaca. Padahal menurutnya, jika sedang musim buah dan memasuki masa panen, buah duku sangat memberikan andil pendapatan. Bukan hanya bagi pemilik kebun, namun juga bagi warga yang ikut mengambil upah memanjat atau upah angkut.

Apalagi, sambung dia, untuk di Sumsel, duku Ujan Mas sudah termasuk punya nama. “Memang begitu kondisinya, yang pasti warga dan petani urung mendapat penghasilan tambahan karena duku batal berbuah,” tutupnya.

Irhamudin sp
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
22 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
29 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
46 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved