Lama Tidak Dikeruk, Sedimentasi TPI Suradadi Semakin Parah

Kamis, 18 Desember 2014 - 14:16 WIB
Lama Tidak Dikeruk,...
Lama Tidak Dikeruk, Sedimentasi TPI Suradadi Semakin Parah
A A A
SLAWI - Nelayan di Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mengeluhkan sedimentasi atau pendangkalan yang membuat arus lalu lintas perahu nelayan ke dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terganggu.

Mereka meminta dinas terkait segera lakukan pengerukan. Nelayan yang baru pulang melaut misalnya, harus bersusah payah ketika hendak bersandar karena tingginya sedimentasi. Perahu berukuran di bawah 30 gross ton (GT) yang mereka gunakan sering kandas dan terjebak hingga berjamjam.

Mereka pun harus turun dari perahu untuk mendorong. Salah satu nelayan Amir Sutrisno, 32, mengatakan sedimentasi yang terjadi sudah sangat menyusahkan karena tingginya terus bertambah dari hari ke hari. “Ya menyulitkan karena perahu sering kandas,” ucapnya kemarin.

Dia berharap dinas terkait segera melakukan pengerukan di lokasi yang mengalami pendangkalan. Sudah sejak lama kondisi tersebut berlangsung tanpa ada upaya penanganan. “Setahu saya belum pernah dikeruk sama sekali,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan nelayan lainnya, Cahyono, 50, warga Desa Suradadi, Keca mat an Suradadi. Pengerukan sedimentasi merupakan hal yang mendesak dilakukan agar nelayan tak terus kesulitan saat berangkat maupun pulang melaut. “Kami sebenarnya sudah sering mengeluhkan tapi belum juga dikeruk- keruk,” ungkapnya.

Meski nelayan sudah lama mengeluh tampaknya langkah pengerukan seperti diharapkan nelayan belum akan terwujud dalam waktu dekat. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tegal Toto Subandrio mengatakan keluh an nelayan tersebut sudah dilaporkan ke bupati dan sekretaris daerah (sekda). Dari sekda, DKP sudah diminta untuk berkoordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Tapi untuk dilakukan pengerukan kemungkinan paling cepat baru bisa di 2016 karena untuk dimasukkan ke anggaran 2015 sudah tidak bisa karena kegiatan sudah berjalan. Jika dimasukkan di perubahan juga waktunya terlalu mepet ,” papar Toto kemarin.

Toto menilai kondisi sedimentasi di TPI Suradadi sudah mendesak untuk dilakukan pengerukan. Untuk itu, anggaran untuk pengerukan akan diprioritaskan untuk bisa dimasukkan di APBD 2016. “Bahkan jika bisa, nanti menggunakan anggaran dari APBN,” ucapnya.

Dia mengaku belum mengetahui berapa volume sedimentasi yang harus dikeruk. Dia memperkirakan dibutuhkan anggaran sebesar Rp2-3 miliar.

Farid Firdaus
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved