Guru Dituntut Profesional

Rabu, 17 Desember 2014 - 12:36 WIB
Guru Dituntut Profesional
Guru Dituntut Profesional
A A A
BANDUNG - Guru dinilai memiliki peran sentral dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, seorang guru harus dibekali ilmu kepemimpinan pedagogi yang tidak bisa diperoleh di luar pendidikan keguruan.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata mengatakan, guru yang tidak memahami ilmu kepemimpinan pedagogi akan sulit memahami dan membangun pendidikan yang utuh. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu menggulirkan ide Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mem bentuk Direktorat Jenderal Guru yang akan mengurusi segala persoalan guru.

“Persalan profesional atau tidakya seorang guru, terletak pada pelaksanaan kewajiban guru dan hak-hak guru,” ungkap Sunaryo dalam diskusi soal Kurikulum 2013 di University Centre UPI, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, baru-baru ini. Hal senada dikatakan Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Jawa Timur Toho Cholik Mutohir yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.

Menurut Toho, Kurikulum 2013 harus dipandang obyektif. Harus ada pengkajian secara content knowledge dan implementasinya. Dia menyebutkan, setelah pengkajian maka harus lekas dibenahi sebelum di implementasikan secara massif. “Tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan,” imbuhnya.

Cholik menyebutkan, dalam peningkatan kualitas guru, yang terpenting dilakukan adalah menghidupkan kembali Lembaga Pelatihan Tenaga Kegu ruan (LPTK). Selain itu, guru juga harus diberi kebebasan berinovasi dalam pengajaran. “Peningkatan kualitas guru juga juga dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat Wahyudin Zarkasyi berharap, pemerintah menerapkan standar LPTK di Indonesia. Sebab, kini standar guru tidak merata. “Coba tanya pada orang tua yang memiliki anak sekolah, mau tidak anaknya dididik oleh guru yang standarnya tidak sama,” ucapnya.

Standarisasi LPTK merupakan hal penting untuk membentuk karakter guru. Wahyudin menyebutkan, guru haruslah orang-orang terbaik. Oleh karena itu, pembentukan karakter dan kedisiplinan di LPTK menjadi hal utama.

Apalagi pada 2015, persaingan global sangat terbuka yang membuka peluang bagi tenaga pendidik asing. “Oleh karena itu, untuk merevitalisasi LPTK, anggaran berapa pun harus dikeluarkan, bila negara ini ingin maju,” tandasnya.

Anne Rufaidah
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
1 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
3 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
4 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved