Warga Ngepring Tolak Penambangan Pasir

Rabu, 17 Desember 2014 - 11:47 WIB
Warga Ngepring Tolak...
Warga Ngepring Tolak Penambangan Pasir
A A A
SLEMAN - Warga dusun Ngepring, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman menggelar aksi menolak penambangan pasir dengan alat berat (backhoe) di dusun mereka, kemarin.

Selain dengan meng gelar orasi, warga juga memasang spanduk di jalan yang biasa dilalui truk untuk mengambil pasir di lokasi penambangan. Warga sekitar Rendi, 27, mengatakan, warga menolak penambangan pasir dengan alat berat ini bukan tanpa alasan. Alasan yang utama yaitu, hilangnya mata air di daerah mereka. Sebab pengalian pasir dengan backhoe tersebut rata-rata kedalaman lebih dari lima meter.

Kondisi ini diduga menyebabkan mata air di sekitar dusun menjadi kering. Padahal untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari termasuk pertanian warga memanfaatkan mata air tersebut. “Karena itu, kami menolak adanya penambangan pasir dengan backhoe ini,” ucap Rendi di sela-sela aksi, kemarin

Rendi menjelaskan, sebenarnya warga tidak masalah adanya penambangan pasir, namun tidak dengan backhoe, melainkan secara manual. Sebab jika menggunakan backhoe, bukan saja akan merusak lingkungan, tetapi juga kesejahteraan warga. “Ini juga yang menjadi per timbangan kami menolak penambangan dengan backhoe,” paparnya.

Menurutnya, aktivitas penambangan pasir dengan backhoe, juga berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan yang ada di daerah mereka. Pasalnya, banyak truk-truk pasir yang muatannya melebihi ketentuan melewati jalan itu. Sehingga di beberapa titik jalan mengalami kerusakan.

Kabid Energi Sumber Daya Mi neral (ESDM) Dinas Sumber Daya Air Energi Mineral (SDAEM) Sleman Fauzan Darmadi mengatakan, sebenarnya untuk penambangan pasir di Sleman sudah tidak diperbolehkan. Untuk itu, jika ada penambangan pasir, baik di sungai maupun lahan pekarangan semuanya ilegal. Termasuk di daerah Ngepring, Purwobinangun, Pakem ini.

Priyo Setyawan
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
2 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
2 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
3 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
5 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
6 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
8 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved