Air PDAM Kotor dan Berlu

Selasa, 16 Desember 2014 - 13:27 WIB
Air PDAM Kotor dan Berlu
Air PDAM Kotor dan Berlu
A A A
MEDAN - Keluhan warga terhadap buruknya kualitas air PDAM Tirtanadi seperti tidak ada habisnya. Air jorok yang sampai ke rumah warga tak kunjung berhenti.

Bahkan, tidak hanya jorok, endapan kotorannya juga membuat warga harus membersihkan bak penampungan setiap hari. Ade hasibuan, 32, warga Perumahan Namori Indah Namorambe mengaku harus menguras dan membersihkan bak air hampir setiap hari. “Heran dengan PDAM ini, yang sampai ke rumah pelanggan itu air bersih apaairselokan. Kalau dibilang air bersih, airnya tidak bersih. Kalau dibilang air selokan, yang menyalurkan air itu perusahaan milik negara,” katanya, kemarin.

Menurut wiraswasta satu anak ini, dengan kotornya air yang sampai ke rumahnya, dia terpaksa harus menguras dan membersihkan bak hampir setiap hari. “Sebenarnya untuk mandi saja air itu tidak layak. Tapi karena harus mandi, terpaksa harus dipakai. Belum lagi endapan kotoran di dasar bak yang ada terus-menerus, saya jadi harus membersihkan bak tiap hari,” ungkapnya.

Dia mengeluhkan rencana PDAM Tirtanadi memberlakukan pembayaran online yang dia nilai belum layak. “Enggak usah mimpi dengan memberlakukan pembayaran online selama kualitasnya masih jauh dari harapan,” ungkapnya.

Sementara itu, buruknya kualitas air juga dirasakan warga Perumnas Helvetia. Sri Rahayu, 43. Warga Jalan Cempaka. Dia berharap air yang mengalir ke bak kamar mandinya bersih. Dia mengaku pernah membersihkannya di malam hari. Namun, air yang mengalir melalui keran rumahnya malah lebih kotor dari sebelumnya.

“Ceritanya Minggu (14/12) saya lihat ada endapan kotoran di bak kamar mandi saya, lalu saya bersihkan. Keesokan paginya, saya tampung air lagi, malah air yang datang lebih kotor, berwarna cokelat dan bau. Saya heran, apa mereka (PDAM Tirtanadi) langsung mengalirkan air tanpa diolah dan disaring dulu dari sumbernya, baru didistribusikan ke rumah warga, atau bagaimana. Ini kejadiannya tidak sekali dua kali, tapi terus- menerus,” katanya.

Ibu tiga anak itu berharap Pemprov Sumut segera membenahi BUMD tersebut karena tidak becus memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Sudah cukup tua umur BUMD ini, 109 tahun, tapi pelayanannya tak kunjung membaik. Ganti saja direksinya itu, karena tak becus bekerja. Mestinya semakin lama semakin profesional. Kalau ada perusahaan air lain tentu masyarakat akan lebih memilih meninggalkan PDAM ini,” ujarnya.

Syukri Amal
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
2 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
5 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved