Longsor Banjarnegara Diakibatkan Tidak Stabilnya Lereng

Senin, 15 Desember 2014 - 06:02 WIB
Longsor Banjarnegara...
Longsor Banjarnegara Diakibatkan Tidak Stabilnya Lereng
A A A
SEMARANG - Pakar geologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dwiyanto Joko Suprapto mengatakan, Longsor Banjarnegara diakibatkan tidak stabilnya lereng. Hal itu diakibatkan banyaknya lereng-lereng cukup curam sehingga memengaruhi kekuatan tanah.

"Kalau dari segi tanah, sebenarnya bagus dengan tanah merah seperti itu, karena faktor kecuraman lereng saja sehingga membuat kekuatan tanah di tempat itu tidak kuat sehingga lerengnya tidak stabil ketika curah hujan tinggi turun," ujarnya, Minggu (14/12/2014).

Dia menyebut, terjadinya tanah longsor dipengaruhi banyak faktor. Selain jenis tanah, juga kondisi lereng dan kekuatan tanahnya.

Faktor lainnya seperti tingginya curah hujan, faktor manusia yang membuat pemukiman dengan memangkas bukit sehingga menjadi curam dan membuatnya tidak stabil.

"Tanah yang paling mudah longsor itu jenis lempung murni, yakni tanah yang berasal dari pelapukan batu lempung. Tak harus curam betul bisa cepat longsor. Curah hujan juga perlu diwaspadai, jika curah hujan mencapai 80 mm perjam, itu jelas bahaya," katanya.

Di wilayah Jateng, seluruh wilayah yang memiliki daerah lereng berpotensi besar terjadi longsor. Terutama di kawasan-kawasan daerah terpencil.

Selain belum tersentuh teknologi untuk penguatan tanah, juga dikarenakan proses pemetaan yang masih bersifat umum dan belum spesifik.

"Sehingga untuk mengetahui dan melakukan penanggulangan sebelum terjadi bencana sulit dilakukan," tukasnya.

Dwiyanto menambahkan, sebenarnya ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat kekuatan tanah agar tidak mudah longsor.

Diantaranya dengan metode suntik semen atau juga disebut dengan sistem grouting, sistem dinding pasang batu, hingga pengeprasan lereng agar tidak terlalu curam.

"Semua sistem yang dipakai juga harus sesuai dengan kondisi lapangan. Misal, untuk dinding pasang batu hanya sebatas bisa memperkuat lereng dengan ketinggian lima meter. Untuk ketinggian di atasnya, harus pakai metode lain, suntik semen atau bagian yang curam dikepras agar tidak curam dan membahayakan. Sedangkan untuk penanaman pohon, itu tidak berpengaruh banyak, karena akar pohon tidak bisa memperkuat kekuatan tanah," paparnya.

Dia juga menyoroti langkah penanggulangan tanah longsor yang selama ini tidak matang. Menurutnya, pemerintah perlu membuat organisasi atau badan khusus yang menangani masalah tanah longsor.

"Nah, wadah tersebut itu nanti yang bekerja dari mulai pemetaan secara rinci dan mendiskusikan langkah-langkah untuk mencegah timbulnya longsor, metode apa yang harus dipakai dan lainnya. Selama ini yang ada adalah tindakan setelah longsor terjadi, pencegahannya yang masih kurang," ungkapnya.
(sms)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Pencarian 3 Warga Korban...
Pencarian 3 Warga Korban Tanah Longsor di Kota Bogor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Berita Terkini
Lari Solidaritas UB...
Lari Solidaritas UB Loop Run 50K Meriahkan HUT ke-50 IMPALA Universitas Brawijaya
25 menit yang lalu
Polda Metro Tetapkan...
Polda Metro Tetapkan Bos Travel Hanania Jadi Tersangka Kasus Penipuan Jemaah Umrah
56 menit yang lalu
Geger Jalan Ambles di...
Geger Jalan Ambles di Lenteng Agung, Rano: Sinkhole Bisa Terjadi di Titik Lain
1 jam yang lalu
Polisi Buru Pemilik...
Polisi Buru Pemilik New Zone Medan sekaligus Diduga Bandar Narkoba
1 jam yang lalu
Jalan Lenteng Agung...
Jalan Lenteng Agung yang Ambles Belum Diperbaiki, Laju Kendaraan ke Depok Tersendat
4 jam yang lalu
Pengembangan Usaha Kreatif,...
Pengembangan Usaha Kreatif, Mahasiswa UMB Raih Juara Nasional UNEX 2026 di Karawang
8 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved