Penambangan di Kemirisewu Meresahkan

Sabtu, 13 Desember 2014 - 11:54 WIB
Penambangan di Kemirisewu...
Penambangan di Kemirisewu Meresahkan
A A A
KULONPROGO - Aktivitas penambangan pasir di bantaran Sungai Progo di sekitar Pedukuhan Kemirisewu, Ngentakrejo, Lendah dikeluhkan masyarakat.

Aktivitas ratusan truk pengangkut melewati jalan desa dan merusak lahan pertanian. Diduga aktivitas penambangan ini melibatkan oknum petugas lintas instansi. Penambangan pasir dan batu yang merupakan bahan galian C di wilayah ini sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Setiap harinya puluhan bahkan ratusan dump truck mengambil pasir dan batuan dari tempat ini.

Aktivitas penambangan ini pun didukung dengan dua alat berat berupa backhoe. “Banyak warga yang resah dan telah menyampaikan kepada kami, karena itu kami lakukan sidak ini,” kata Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi. Warga, kata dia, mengeluhkan aktivitas penambangan karena truk yang keluar masuk menggunakan jalan lingkungan.

Warga juga kehilangan potensi untuk menggarap lahan pertanian di areal wedi kengser. Hamam mendesak kepada eksekutif untuk melakukan penanganan terhadap penambangan ini. Jika memang lokasi penambangan ini masuk wilayah Bantul, semestinya jalur masuk dan keluar truk juga melewati Bantul.

Bukan menggunakan jalan yang ada di Kulonprogo. Itu pun perizinan harus mendapatkan rekomendasi dari Balai Besar Sungai Serayu dan Opak. “Bupati harus tegas menutup, karena ini merugikan masyarakat,” katanya.

Aktivitas penambangan yang ada telah menyebabkan munculnya cekungan di bantaran Sungai Progo yang hanya berjarak beberapa meter saja. Kondisi ini cukup berbahaya ketika banjir datang.

Aktivitas ini bisa membuat aliran dan pola arus sungai berbelok dan bisa mengancam pemukiman penduduk. Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Agung Kurniawan mengatakan, keluhan dari masyarakat juga sudah sampai di institusi yang dipimpinnya.

Dari informasi di lapangan, penambangan ini dilakukan oleh CV Cahaya Abadi dan lokasi berada di wilayah Kabupaten Bantul. “Kalau Kulonprogo tidak pernah mengeluarkan izin atas tempat ini,” ujarnya.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
8 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
10 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
10 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
11 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
13 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved