Kejar-kejaran Bandar Narkoba di Sragen Jadi Tontonan Warga
Sabtu, 13 Desember 2014 - 00:22 WIB
Kejar-kejaran Bandar Narkoba di Sragen Jadi Tontonan Warga
A
A
A
SRAGEN - Dua orang bandar narkoba di Sragen, tertangkap di depan kantor Pengadilan Agama (PA). Aksi penangkapan sempat diwarnai kejar-kejaran antara petugas dengan tersangka. Petugas bahkan sempat mengeluarkan tembakan ke udara.
Peristiwa penangkapan yang berlangsung saat jam kerja itu cukup menarik warga. Kala itu, dua orang sempat berusaha kabur dari kejaran polisi, dengan cara melompati saluran air yang memiliki lebar sekitar dua meter.
“Saya sempat mendengar suara seperti ledakan keras sebelum ada penangkapan,” kata Tuti, salah satu warga yang melihat langsung proses penangkapan, Jumat (12/12/2014).
Ditambahkan dia, satu orang ditangkap polisi berseragam preman, dalam posisi tengkurap di bawah papan nama pengadilan agama. Saat ditangkap, orang itu sempat meneteskan air mata.
"Orang itu mengenakan kaos warna putih dengan motif garis-garis merah, serta memakai celana pendek. Dari usianya diperkirakan sekitar 30 tahun, dengan kulit putih dan cukup ganteng," terangnya.
Lebih lanjut, Tuti mengakui tidak mengetahui persis suara ledakan itu, apakah berasal dari pistol atau bukan. Termasuk apakah dari pistol polisi atau pelaku.
Sementara dalam proses penangkapan itu, polisi seluruhnya menangkap empat orang. Mereka berinisial BHK (38), IH (41), dan KH (25). Ketignya warga Sragen Kota, serta RF (22), warga Kecamatan Karangmalang, Sragen.
Polisi juga menyita barang bukti ¼ gram sabu. BHK dan IH ditangkap terlebih dahulu, di kawasan Pabrik Gula (PG) Mojo. Dari keterangan keduanya, polisi menangkap KH, dan RF, di depan PA Sragen.
“Penangkapan dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi mengenai adanya transaksi sabu-sabu di kawasan PG Mojo,” kata Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Purnomo, saat dikonfirmasi.
Dari hasil interogasi terhadap mereka yang ditangkap terlebih dahulu, ternyata ada transaksi narkoba lainnya di depan PA Sragen. Namun dia membantah adanya suara tembakan dalam proses penangkapan para tersangka.
Sebab dalam penangkapan itu, dia sendiri yang memimpin. Sedangkan saat ini para pelaku telah ditahan di Mapolres Sragen guna pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa penangkapan yang berlangsung saat jam kerja itu cukup menarik warga. Kala itu, dua orang sempat berusaha kabur dari kejaran polisi, dengan cara melompati saluran air yang memiliki lebar sekitar dua meter.
“Saya sempat mendengar suara seperti ledakan keras sebelum ada penangkapan,” kata Tuti, salah satu warga yang melihat langsung proses penangkapan, Jumat (12/12/2014).
Ditambahkan dia, satu orang ditangkap polisi berseragam preman, dalam posisi tengkurap di bawah papan nama pengadilan agama. Saat ditangkap, orang itu sempat meneteskan air mata.
"Orang itu mengenakan kaos warna putih dengan motif garis-garis merah, serta memakai celana pendek. Dari usianya diperkirakan sekitar 30 tahun, dengan kulit putih dan cukup ganteng," terangnya.
Lebih lanjut, Tuti mengakui tidak mengetahui persis suara ledakan itu, apakah berasal dari pistol atau bukan. Termasuk apakah dari pistol polisi atau pelaku.
Sementara dalam proses penangkapan itu, polisi seluruhnya menangkap empat orang. Mereka berinisial BHK (38), IH (41), dan KH (25). Ketignya warga Sragen Kota, serta RF (22), warga Kecamatan Karangmalang, Sragen.
Polisi juga menyita barang bukti ¼ gram sabu. BHK dan IH ditangkap terlebih dahulu, di kawasan Pabrik Gula (PG) Mojo. Dari keterangan keduanya, polisi menangkap KH, dan RF, di depan PA Sragen.
“Penangkapan dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi mengenai adanya transaksi sabu-sabu di kawasan PG Mojo,” kata Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Purnomo, saat dikonfirmasi.
Dari hasil interogasi terhadap mereka yang ditangkap terlebih dahulu, ternyata ada transaksi narkoba lainnya di depan PA Sragen. Namun dia membantah adanya suara tembakan dalam proses penangkapan para tersangka.
Sebab dalam penangkapan itu, dia sendiri yang memimpin. Sedangkan saat ini para pelaku telah ditahan di Mapolres Sragen guna pemeriksaan lebih lanjut.
(san)