Heboh Teror Maling Kolor Ijo di Bukittinggi
Selasa, 09 Desember 2014 - 10:23 WIB
Heboh Teror Maling Kolor Ijo di Bukittinggi
A
A
A
BUKITTINGGI - Warga Panganak, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kota Bukittinggi, dalam beberapa hari terakhir ini diresahkan dengan aksi maling bergaya "kolor ijo" yang hanya memakai kolor atau celana dalam saat mencuri.
Warga menduga, aksi kolor ijo itu berhubungan dengan pencurian yang terjadi Selasa pekan lalu, terhadap tiga rumah warga.
Resah dengan aksi kolor hijau, sejumlah pemuda dibekali senjata tajam, dan kayu, mengepung dua orang tanpa baju yang diduga maling. Mereka berhasil kabur ke arah perbukitan, dini hari tadi.
Mulia (36), salah seorang pemuda setempat menyebutkan, dia memergoki dua orang yang mencurigakan berdiri dekat jendela rumah Ramli, tetangganya dini hari tadi.
Keduanya diduga maling yang Selasa pekan lalu mencoba mencongkel jendela rumah warga. Aksi maling saat itu, berhasil digagalkan, dan malingnya berhasil kabur setelah pemilik rumah mendengar suara mencurigakan, dan berteriak maling.
"Tadi dia di sini, nampak pas saya pulang dari warung, terus lewat ke belakang sana berdua. Dia pakai sempak gitu, sempak warna hijau buka baju, yang satu lagi pakai celana hawai," ungkapnya.
Kawanan maling kolor hijau ini, diduga kabur ke arah perbukitan Bukik Lampasa. Setelah mengepung perbukitan dari beberapa titik, warga tidak berhasil menemukan koor ijo itu bersembunyi.
Warga menduga, komplotan maling bergaya kolor ijo ini berjumlah lebih dari enam orang. Pasalnya tiga unit rumah warga Panganak, masing-masing di Kuriman Puhun, Bukik Lampasa, dan Pintu Kabun, Selasa pekan lalu serentak dibobol maling.
Di Kuriman Puhun, maling berhasil menggasak dua unit handphone. Di Bukik Lampasa, maling membawa kabur uang tunai Rp4 juta. Sedangkan di pintu Kabun Dua, orang maling kabur sebelum berhasil masuk ke dalam rumah.
Warga menduga, aksi kolor ijo itu berhubungan dengan pencurian yang terjadi Selasa pekan lalu, terhadap tiga rumah warga.
Resah dengan aksi kolor hijau, sejumlah pemuda dibekali senjata tajam, dan kayu, mengepung dua orang tanpa baju yang diduga maling. Mereka berhasil kabur ke arah perbukitan, dini hari tadi.
Mulia (36), salah seorang pemuda setempat menyebutkan, dia memergoki dua orang yang mencurigakan berdiri dekat jendela rumah Ramli, tetangganya dini hari tadi.
Keduanya diduga maling yang Selasa pekan lalu mencoba mencongkel jendela rumah warga. Aksi maling saat itu, berhasil digagalkan, dan malingnya berhasil kabur setelah pemilik rumah mendengar suara mencurigakan, dan berteriak maling.
"Tadi dia di sini, nampak pas saya pulang dari warung, terus lewat ke belakang sana berdua. Dia pakai sempak gitu, sempak warna hijau buka baju, yang satu lagi pakai celana hawai," ungkapnya.
Kawanan maling kolor hijau ini, diduga kabur ke arah perbukitan Bukik Lampasa. Setelah mengepung perbukitan dari beberapa titik, warga tidak berhasil menemukan koor ijo itu bersembunyi.
Warga menduga, komplotan maling bergaya kolor ijo ini berjumlah lebih dari enam orang. Pasalnya tiga unit rumah warga Panganak, masing-masing di Kuriman Puhun, Bukik Lampasa, dan Pintu Kabun, Selasa pekan lalu serentak dibobol maling.
Di Kuriman Puhun, maling berhasil menggasak dua unit handphone. Di Bukik Lampasa, maling membawa kabur uang tunai Rp4 juta. Sedangkan di pintu Kabun Dua, orang maling kabur sebelum berhasil masuk ke dalam rumah.
(san)