Ekonomi Jabar Diprediksi Lebih Baik

Selasa, 09 Desember 2014 - 09:13 WIB
Ekonomi Jabar Diprediksi...
Ekonomi Jabar Diprediksi Lebih Baik
A A A
BANDUNG - Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2015 diprediksi lebih baik dibandingkan tahun ini. Perekonomian Jabar diperkirakan tetap tumbuh pada kisaran 5,6%-6,0%.

“Terkait pertumbuhan itu, kami mengapresiasi terbentuknya Forum Pengembangan Ekonomi Daerah atau West Java Incor porated (WJI) yang merupak an hasil sinergi BI (Bank Indonesia), pemerintah daerah, Kadin (Kamar Dagang dan Industri), OJK (Otoritas Jasa Keuangan), perbankan, sektor swasta, serta instansi lainnya,” ungkap Deputi Gubernur BI Hendar usai Serah Terima Jabatan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jabar di Kantor BI Jabar, Jalan Merdeka, Kota Bandung, kemarin.

Memperhatikan tujuan utama WJI yaitu menciptakan iklim yang kondusif bagi perekonomian, meningkatkan daya saing, dan membentuk persepsi po sitif, pihaknya meyakini, jika tujuan tersebut dicapai dengan sungguh-sungguh, konsisten, dan konsekuen, pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perekonomian Jabar.

Menyinggung penggunaan rupiah sebagai alat tukar untuk semua transaksi di dalam negeri, dia menegaskan, BI bertekad untuk membenahi pasar keuangan dalam negeri. “Belum ada upaya untuk rupiah bisa ekspansi ke luar. Kita lihat dulu pen dalaman pasar keuangan di dalam negeri, valas coba di telusuri. Karena kita perlu hati-hati dam pak dari nilai tukar rupiah di luar negeri,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar Rosmaya Hadi mengatakan, BI bertekad memasifkan pembangunan infrastruktur alat penukar uang di wilayah-wilayah tertentu seperti tempat wisata, hotel, pelabuhan, maupun tempat lainnya. Hal ini dilakukan demi menegaskan kedaulatan bangsa bahwa mata uang rupiah harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Di daerah-daerah seperti pelabuhan, transaksi dengan menggunakan uang non rupiah tak terhindarkan. Karenanya, harus di siapkan infrastruktur penukaran uangnya agar rupiah jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, semua transaksi di Indonesia harus menggunakan rupiah karena hal itu menyangkut kedaulatan bangsa. Semua pihak harus mencoba menegakannya, tak terkecuali BI. “Transaksi dengan valuta asing harus ditekan dengan memperkuat posisi rupiah. Caranya ya dengan peningkatan infrastruktur maupun mekanisme kelembagaan. Channel penukaran uang juga harus diperbanyak,” tuturnya.

Pada masa jabatannya kedepan, satu-satunya wanita yang pernah menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar ini menegaskan, pihaknya akan meneruskan apa yang telah dicanangkan pimpinan sebelumnya. Satu di antaranya adalah WJI yang di dalamnya, kata dia, terlihat singkronisasi peran BI dengan pemerintah daerah.

“Saya sudah cukup lama di finance sys tem, 23 tahun. Di area Jatinangor sudah dirintis gerakan non tunai. Ini harus dilanjutkan karena sesuai dengan program pusat agar tercipta less cash society,” katanya. Dia mengakui, tak mudah untuk mencapai less cash society karena harus dilakukan edukasi terus menerus kepada masyarakat maupun institusi.

Pihaknya juga mengaku tidak bisa bekerja sendiri dan harus bekerja sama dengan bank penerbit uang d igital. Oleh karena itu, peran komunikasi dinilainya sangat penting. “Mungkin pada awalnya akan sulit seperti kejadian di awal-awal Trans Jakarta atau kereta api. Ada aksi berontak dari masyarakat seperti merusak kartu atau alatnya, biarkan saja begitu karena lama kelamaan akan menjadi biasa,” tuturnya.

Untuk diketahui, sejak kemarin, Rosmaya Hadi yang sebelumnya menjabat Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI resmi menjabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar. Wanita berdarah Sunda ini menggantikan posisi Dian Ediana Rae yang kini menjabat Kepala Koordinator BI Sumatera.

Fauzan
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
3 jam yang lalu
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
6 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
7 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
9 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
9 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
10 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved