Warga Empat Desa Protes PLTA

Jum'at, 05 Desember 2014 - 09:30 WIB
Warga Empat Desa Protes...
Warga Empat Desa Protes PLTA
A A A
BANDUNG BARAT - Ratusan warga yang berasal dari empat desa di dua kecamatan di Kabupaten Bandung Barat melakukan aksi penolakan pembangunan proyek access road PLTA Upper Cisokan.

Mereka yang melakukan protes adalah warga Desa Cijambu dan Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, bersama warga Desa Sukaresmi dan Cibitung, Kecamatan Rongga. Mereka menganggap proyek pembangunan PLTA itu merugikan masyarakat dengan memunculkan 487 kasus. Meskipun proyek pengerjaan di lapangan sudah di lengkapi dengan berbagai persyaratan administrasi, namun tidak menutup kemungkinan dalam pengerjaanya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat.

Bahkan warga mempertanyakan antara dokumen dengan pelaksanaan proyek yang diduga tidak sesuai. “Untuk membuktikannya perlu dilakukan evaluasi yang menyeluruh antara dokumen pe rencanaan dengan fakta di lapangan,” ucap Koordinator aksi Indra Agustina.

Menurutnya dampak di bangunnya access roaddi Kecamatan Cipongkor ada 117 kasus seperti kerusakan rumah, sawah, tanaman, gagal panen, terganggunya saluran air bersih dan irigasi. Juga terjadi polusi dan getaran yang menyebabkan rumah retak, longsor yang menimbun kolam ikan, tanaman padi, banjir, lumpur dan sebagainya.

Hal yang sama juga dialami warga Kecamatan Rongga yang dari identifikasi terdapat 310 kasus. “Tentunya dampak negatif yang dirasakan ma syarakat ha rus segera di selesaikan, jangan di biarkan warga men derita,” tegas dia. Terkait masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, ratusan masyarakat perwakilan dari empat desa dua kecamatan, menuntut agar dilakukan perbaikan lingkungan, baik aset pribadi, sarana umum dan kesehatan warga akibat proyek.

Termasuk melakukan evaluasi PT Bran tas Abibraya yang tidak meng indahkan aspek sosial dan lingkungan dalam mengerjakan proyek. Pemerintah juga dituntut harus melindungi masyarakat, dan melakukan kaji ulang terhadap izin Amdal Upper Cisokan pada 2007, Larap 2010, serta EMP di 2011.

Sementara itu, Asisten Pengendalian Kontrak PT PLN, Dito Fahrizal menyatakan, dengan adanya tuntutan warga maka pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan PT Bran tas yang mengerjakan proyek tersebut. Koordinasi dilakukan sambil menyertakan data-data yang berasal dari warga untuk dibahas lebih lanjut. “Kami akan sampaikan semuanya terkait tuntutan yang berasal dari warga,” katanya.

Namun Dito tidak menjamin bahwa semua tuntutan warga akan dipenuhi, karena yang berwenang mengatasi persoalan ini adalah pihak perusahaan.

Raden Bagja Mulyana
(ftr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
20 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved