Soal Pesawat Jatuh, Ini Komentar Kapten Pilot Senior ENA
Kamis, 04 Desember 2014 - 01:56 WIB
Soal Pesawat Jatuh, Ini Komentar Kapten Pilot Senior ENA
A
A
A
MANADO - Kapten Pilot Senior Elang Nusantara Air (ENA) Nuryanto berang dengan pemberitaan pesawat ENA yang jatuh di Sulut.
Menurutnya, informasi media sangat penting, keakuratan berita Sindonews patut diapresiasi, dan jika perlu, sebagian besar media lain bahkan masyarakat yang sudah terhipnotis berita yang simpang siur, tolong lihat fakta beritanya di Sindonews.
"Dari semua media yang saya baca, baik online, cetak, maupun elektronik, hanya Sindonews yang tidak ada kesalahan. Sementara sebagian besar lainnya, datanya masih simpang siur," jelasnya kepada wartawan, Rabu (3/12/2014).
Dia menjelaskan, dari beberapa media yang menginformasikan ada empat orang dalam pesawat, hal itu tidak benar.
"Di dalam pesawat hanya dua orang. Yakni Co Pilot Ronny Djasril warga Jalan Embun RT 02 RW 04 Kecamatan Rumbay Pesisir Pekan Baru dan satunya lagi Engineering Pian Sopiah Hadiansah warga Rancasawo No 13 C RT 003 RW 018 Bandung," jelasnya.
Rute penerbangan Elang Nusantara Air PK-ELR, tipe Thrush-510p mulai dari Kalimantan, Palu, Ternate, dan Sorong.
"Akibat cuaca buruk, pesawat ini tidak mampu landing di Ternate dan memutuskan putar arah dan rencana mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Selasa pagi, (2/12/2014). Namun Tuhan berkendak lain, pesawat tersebut jatuh di perairan Desa Kema II, Minut, Sulut," terangnya.
Tujuan pesawat tersebut ke Sorong, lantaran ada yang ingin carter. Tapi takdir berkehandak lain. Karena itu sekali diharapkan pemburu berita jangan terburu-buru melaporkan peristiwa sebelum ada konfirmasi.
"Yang didapatkan dari peristiwa naas ini, hanya ada pada hari pertama. Seperti ekor pesawat, dua ban dan ransel, laptop, jaket. Yang mengatakan ada didapatkan potongan tubuh manusia dan lainnya itu, hanya persepsi oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebab hingga hari kedua ini, hasilnya belum ada," ungkapnya.
Menurutnya, informasi media sangat penting, keakuratan berita Sindonews patut diapresiasi, dan jika perlu, sebagian besar media lain bahkan masyarakat yang sudah terhipnotis berita yang simpang siur, tolong lihat fakta beritanya di Sindonews.
"Dari semua media yang saya baca, baik online, cetak, maupun elektronik, hanya Sindonews yang tidak ada kesalahan. Sementara sebagian besar lainnya, datanya masih simpang siur," jelasnya kepada wartawan, Rabu (3/12/2014).
Dia menjelaskan, dari beberapa media yang menginformasikan ada empat orang dalam pesawat, hal itu tidak benar.
"Di dalam pesawat hanya dua orang. Yakni Co Pilot Ronny Djasril warga Jalan Embun RT 02 RW 04 Kecamatan Rumbay Pesisir Pekan Baru dan satunya lagi Engineering Pian Sopiah Hadiansah warga Rancasawo No 13 C RT 003 RW 018 Bandung," jelasnya.
Rute penerbangan Elang Nusantara Air PK-ELR, tipe Thrush-510p mulai dari Kalimantan, Palu, Ternate, dan Sorong.
"Akibat cuaca buruk, pesawat ini tidak mampu landing di Ternate dan memutuskan putar arah dan rencana mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Selasa pagi, (2/12/2014). Namun Tuhan berkendak lain, pesawat tersebut jatuh di perairan Desa Kema II, Minut, Sulut," terangnya.
Tujuan pesawat tersebut ke Sorong, lantaran ada yang ingin carter. Tapi takdir berkehandak lain. Karena itu sekali diharapkan pemburu berita jangan terburu-buru melaporkan peristiwa sebelum ada konfirmasi.
"Yang didapatkan dari peristiwa naas ini, hanya ada pada hari pertama. Seperti ekor pesawat, dua ban dan ransel, laptop, jaket. Yang mengatakan ada didapatkan potongan tubuh manusia dan lainnya itu, hanya persepsi oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebab hingga hari kedua ini, hasilnya belum ada," ungkapnya.
(ysw)