Warga Tuntungan Menjerit Gas 3 Kg Naik 80%

Selasa, 02 Desember 2014 - 12:58 WIB
Warga Tuntungan Menjerit...
Warga Tuntungan Menjerit Gas 3 Kg Naik 80%
A A A
MEDAN - Sejumlah warga di Kecamatan Medan Tuntungan mulai menjerit menyusul naiknya harga gas bersubsidi 3 kg hingga 80% dari harga eceran tertinggi (HET) Rp15.000.

Efendi Gurusinga, warga Lau Cih, Medan Tuntungan mengaku terkejut ketika mendapati harga gas bersubsidi 3 kg kini sudah berada di kisaran Rp23.000 –Rp25.000 di tingkat pengecer. Anehnya, gas yang harusnya disubsidi pemerintah tersebut semakin langka di pasaran.

“Kami mohon ini menjadi perhatian pemerintah. Kami tidak tahu ini sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab,” kata Effendi saat menghadiri reses anggota DPRD Sumut, Baskami Ginting, di Jalan Bunga Lau, Kompleks Garden, Kelurahan Kemenangan Tani, Medan Tuntungan, kemarin.

Diketahui, HET sesuai ketetapan pemerintah dari agen hanya Rp12.800 per tabung, dan di tingkat pengecer Rp15.000 per tabung. Namun, di sejumlah daerah harganya melambung tinggi mencapai Rp23.000 lebih.

Elifian Ginting, warga Simpang Selayang, Kemenangan Tani, Medan Tuntungan berharap pemerintah bisa mengendalikan harga yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat seperti gas bersubsidi. Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seharusnya dapat diantisipasi agar kebutuhan bahan pokok lain tidak terlalu tinggi naiknya. “Pemerintah maunya bisa mengendalikan harga, biar masyarakat tidak terus terpuruk ekonominya,” kata Elifian.

Anggota DPRD Sumut, Baskami Ginting, mengatakan, terkait gas bersubsidi 3 kg, pihaknya melalui Komisi B DPRD Sumut akan segera mempertanyakannya ke Pertamina. Dalam waktu dekat sudah dijadwalkan pemanggilannya. “Dalam pekan ini sudah dijadwalkan, dan akan disampaikan di sana,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

DPRD Sumut akan meminta ketegasan Pertamina agar ketersediaan gas bersubsidi dapat dijamin dan tidak terjadi kelangkaan, supaya harga tidak dipermainkan oleh pasar. Selama ini harga bisa tinggi karena barang langka.

Selain itu, mereka juga akan meminta pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat keamanan mengawasi peredaran gas bersubsidi yang diduga dimanfaatkan oknum tertentu untuk mempermainkan harga.

M Rinaldi Khair
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
55 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
3 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved