400 Ribu Warga Belanja di Jakarta, DKI Harus Bantu Depok
Selasa, 02 Desember 2014 - 04:46 WIB
400 Ribu Warga Belanja di Jakarta, DKI Harus Bantu Depok
A
A
A
DEPOK - Pemprov DKI Jakarta diminta ikut andil dalam pembangunan transportasi dan infrastruktur di Kota Depok. Pasalnya, sebanyak 400.000 warga Depok diklaim setiap hari menyumbang perputaran uang di Ibu Kota.
Pengamat kebijakan publik Achmad Nasir mengatakan, sebanyak 400.000 warga Depok hampir setiap hari pergi ke Jakarta untuk bekerja dan berbelanja.
Otomatis secara langsung warga Depok menyumbang perputaran uang di Jakarta.
Sehingga, kata dia, sudah semestinya Pemprov DKI Jakarta lebih peduli dan mau bekerjasama dengan Depok.
"Dengan perputaran ekonomi sumbangan warga Depok di Jakarta semestinya bisa membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertimbangkan kerjasama dalam pembangunan transportasi dan infrastruktur di Depok," kata Nasir kepada wartawan, Senin 1 Desember kemarin.
Nasir juga menyarankan, Pemkot Depok harus harus menciptakan iklim investasi yang baik dengan memberdayakan warganya.
Nasir menilai iklim investasi yang diciptakan oleh Pemkot Depok saat ini parah dan belum mengakomodir warga secara optimal.
"Upaya Pemkot Depok dilakukan seperti melakukan one top service atau pelayanan satu atap dalam setiap perizinan. Tetapi itu kan teori, kualitasnya bagaimana, buat apa terpadu kalau praktiknya juga terpisah. Belum lagi birokrasi berbelit-belit dan masih banyak pungli," paparDoktor alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Pengamat kebijakan publik Achmad Nasir mengatakan, sebanyak 400.000 warga Depok hampir setiap hari pergi ke Jakarta untuk bekerja dan berbelanja.
Otomatis secara langsung warga Depok menyumbang perputaran uang di Jakarta.
Sehingga, kata dia, sudah semestinya Pemprov DKI Jakarta lebih peduli dan mau bekerjasama dengan Depok.
"Dengan perputaran ekonomi sumbangan warga Depok di Jakarta semestinya bisa membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertimbangkan kerjasama dalam pembangunan transportasi dan infrastruktur di Depok," kata Nasir kepada wartawan, Senin 1 Desember kemarin.
Nasir juga menyarankan, Pemkot Depok harus harus menciptakan iklim investasi yang baik dengan memberdayakan warganya.
Nasir menilai iklim investasi yang diciptakan oleh Pemkot Depok saat ini parah dan belum mengakomodir warga secara optimal.
"Upaya Pemkot Depok dilakukan seperti melakukan one top service atau pelayanan satu atap dalam setiap perizinan. Tetapi itu kan teori, kualitasnya bagaimana, buat apa terpadu kalau praktiknya juga terpisah. Belum lagi birokrasi berbelit-belit dan masih banyak pungli," paparDoktor alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
(whb)