DKI Tuan Rumah Baba Nyonya & Kondangan Peranakan Tionghoa

Sabtu, 29 November 2014 - 22:30 WIB
DKI Tuan Rumah Baba...
DKI Tuan Rumah Baba Nyonya & Kondangan Peranakan Tionghoa
A A A
JAKARTA - Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia mengadakan Baba Nyonya Convention ke-27 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan budaya Tionghoa di Indonesia.

Adapun peserta konvensi berasal dari lima negara tetangga yakni, Malaysia, Thailand, Singapura Australia dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Selain mengadakan seminar, pada kegiatan ini juga ada bazar, mulai dari pakaian khas tionghoa, kemudian wayang potehi dan penampilan sejumlah artis.

Ketua Aspertina Andrew Susanto mengatakan, merasa bangga bisa dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan besar seperti ini. Sebab selama 27 tahun, baru tahun ini Aspertina menjadi tuan rumah.

Andrew mengatakan, budaya peranakan Tionghoa bisa dikatakan unik, karena selalu memadukan budaya Tionghoa dengan budaya lokal.

Seperti tari topeng khas Betawi, merupakan perpaduan antara kebudayaan Jakarta dengan kebudayaan Tionghoa.

Tidak hanya mengadaptasi budaya lokal, peranakan Tionghoa juga mampu beradaptasi dengan kebudayaan eropa.

Kegiatan ini sendiri sudah dilaksanakan pada 1988 di Penang, Malaysia, dari kegiatan ini, perwakilan lima negara sharing mengenai perkembangan budaya Tionghoa yang sudah berasimilasi dengan kebudayaan lokal.

Adapun tema dari Baba Nyonya Convention kali ini adalah "Many Destinies United as One" di mana keberagaman budaya Tionghoa bersatu menjadi satu kesatuan.

Joseph 'Aji' Chen, anggota Dewan Pembina Aspertina mengatakan, acara Baba Nyonya Convention dan Kondangan Peranakan Tionghoa 2014 dilaksanakan selama tiga hari.

Pada hari pertama diadakan welcome party bagi seluruh peserta yang baru datang. Kemudian di hari kedua diadakan seminar The 27th International Baba Nyonya Convention 2014 serta Gala Dinner dan Fashion Show, pertunjukan wayang Tavip.

Dan acara hiburan. Di hari ketiga peserta akan mengikuti upacara perpisahan dan makan siang di Galangan VOC, Jakarta Utara.

Joseph mengatakan, tidak hanya budaya Betawi yang terinfluence dari budaya Tionghoa, tapi ada beberapa kata yang juga berasal dari Tionghoa, seperti kebanyakan orang Jakarta yang kerap menyebutkan nilai rupiah dalam bahasa Tionghoa.

"Seperti goceng, ceban, itu merupakan bahasa Tionghoa, namun saat ini sudah memasyarakat khususnya di kawasan DKI Jakarta," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Harmoni Global di Riyadh:...
Harmoni Global di Riyadh: Memperkenalkan Budaya Indonesia
Omnibus Law Kebudayaan...
Omnibus Law Kebudayaan Diperlukan untuk Memajukan Kebudayaan
Kemendikbudristek Dorong...
Kemendikbudristek Dorong Ruang Publik sebagai Kawasan Pemajuan Kebudayaan
Pemajuan Kebudayaan...
Pemajuan Kebudayaan Jadi Agenda Prioritas Pembangunan Nasional
Indonesian Cultural...
Indonesian Cultural Outlook 2026: Kemenbud Dorong Diplomasi Budaya di Tengah Krisis Global
Bappenas Godok Hasil...
Bappenas Godok Hasil Musrenbang Pemajuan Kebudayaan dengan Kemendikbudristek
Berita Terkini
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
7 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved