Korban Bentrok di Makassar Diduga Terlindas Mobil Water Canon

Kamis, 27 November 2014 - 22:52 WIB
Korban Bentrok di Makassar...
Korban Bentrok di Makassar Diduga Terlindas Mobil Water Canon
A A A
MAKASSAR - Korban bentrokan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan aparat dan PNS di Makassar, Muhammad Ari Pepe (17), diduga terlindas kendaraan taktis polisi water cannon. Kendaraan itu digunakan polisi untuk memukul mundur aksi mahasiswa.

Warga Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakukkang itu tewas dengan luka parah di kepala. Korban sempat dibawa ke rumah sakit Ibnu Sina, namun nyawanya tidak tertolong.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi membantah Ari tewas karena terlindas kendaraan water cannon.

"Perlu diluruskan itu. Tidak benar kalau mobil taktis polisi yang melindas," kata Endi yang dihubungi oleh Koran SINDO, Kamis (27/11/2014).

Mantan Kapolres Enrekang ini mengimbau agar bentrokan yang terjadi di depan kampus UMI tidak dipolitisasi oleh provokator yang tidak bertanggung jawab. Olehnya itu, atas kematiannya, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Senada dengan Kapolsekta Panakukkang Kompol Tri Hambodo juga membantah korban tewas karena ditabrak kendaraan milik institusinya. Menurutnya, Ari tewas karena terinjak-injak oleh rekannya sendiri dan juga mahasiswa yang ikut bergabung melakukan penyerangan di Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumohardjo.

"Yang tewas itu bukan mahasiswa. Tapi warga pampang. Dia lari dan terjatuh, akhirnya terinjak teman-temannya saat anggota datang membubarkan mereka. Dia gabung dengan mahasiswa," jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, bentrokan yang ada di UMI dari aliansi UMI bersatu ingin mengklarifikasi terkait isu yang dilontarkan oleh kepolisian.

"Perlu kita ketahui bersama bahwa bukan masyarakat melawan mahasiswa tetapi kepolisian dengan mahasiswa sehingga ada korban meninggal dunia 1 orang terkena tembakan gas air mata di bagian kepala yang dilakukan oleh pihak kepolisian," katanya.

Di tempat terpisah, Rektor UMI Professor Masrurah Muchtar yang dihubungi menjelaskan, ada skenario kericuhan yang dialami oleh mahasiswanya saat bersama dengan warga setempat. Pihaknya meminta birokrasi Fakultas untuk tegas mengusut dan menindaklanjutinya.

"Saya sudah minta ke fakultas agar melakukan pendataan dan mengusut oknum mahasiswa yang terlibat insiden," imbuhnya.
(hyk)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
15 menit yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
40 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
2 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
3 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved