Masyarakat Tuntut Komitmen Pemerintah

Kamis, 27 November 2014 - 12:38 WIB
Masyarakat Tuntut Komitmen...
Masyarakat Tuntut Komitmen Pemerintah
A A A
KULONPROGO - Warga terdampak bandara ingin ada komitmen dari pemerintah untuk mewujudkan janji-janji yang disampaikan pada sosialisasi, atau konsultasi publik.

Komitmen ini harus dituangkan secara tertulis agar ada kejelasan legal formalnya. “Kalau warga sudah mengisi form, lantas ada komitmen hitam di atas putih dari pemerintah. Kami ingin ada jaminan itu,” tuntut Bambang Suwignyo, warga terdampak pada konsultasi publik kemarin.

Menanggapi pertanyaan ini, Assek II Setda Kulonprogo Triyono mengatakan bandara sudah direncanakan sejak lama. Sehingga semua tahapan yang ada, mulai dari perencanaan, proses hingga semua tahapan terdokumentasi. Jadi semuanya ada hitam di atas putih yang bisa menjadi dasar. “Hal itu merupakan jaminan atas komitmen pemerintah,” jawab Triyono.

Pemerintah tidak ingin warganya menderita. Sehingga semua kegiatan akan memerhatikan kebutuhan dan kesejahteraan warga. Pemerintah bersama PT Angkasa Pura I juga sudah melakukan persiapan bagi warga terdampak. Mereka diarahkan agar bisa ikut menikmati dan terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan bandara. “Jangan sampai warga kita hanya menjadi penonton, mereka harus ikut aktif,” tuturnya.

Project Manager PT Angkasa Pura I yang menangani pembangunan bandara di Kulonprogo, Eko Permadi mengatakan semua proses pembangunan bandara dikerjakan sesuai undang-undang. Alangkah naïf jika nanti pemerintah mengingkari janji dan komitmennya.

Masukan dari warga dalam formulir konsultasi publik akan diakomodir. Semuanya dikaji dan ditindaklanjuti. Khusus mengenai besaran ganti rugi lahan, belum bisa dilakukan karena masih dihitung oleh tim appraisal.

Tidak hanya tanah, tapi juga apa yang ada di atas tanah itu, seperti tanaman dan bangunan. Bahkan yang ada di bawah lahan juga bakal dihitung. BPN juga memastikan harga ganti rugi yang diberikan tidak lebih rendah dari nilai di pasaran. Namun justru di atas harga dan ada beberapa poin plusnya.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, mengatakan minat warga untuk datang dan mengikuti konsultasi publik cukup bagus. Pada hari pertama, dari 89 undangan sekitar 86 di antaranya mendukung dan ada yang mensyaratkan alasan. Sedangkan kemarin dari 137 undangan dihadiri 128 orang.

”Setelah konsultasi publik selesai, mereka yang tidak mendukung ini tetap akan dikomulasikan. Apakah akan dilakukan sosialisasi ulang atau dengan cara lain,” ujar Hasto.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved