12 Pelajar di Karawang Terinfeksi HIV

Senin, 24 November 2014 - 18:30 WIB
12 Pelajar di Karawang...
12 Pelajar di Karawang Terinfeksi HIV
A A A
KARAWANG - Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, mendata, hingga November 2014 ini tercatat sebanyak 425 warga di kabupaten lumbung padi positif terinfeksi HIV/AIDS. Dari jumlah itu, 12 orang diantaranya pelajar, dua orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 60 orang ibu rumah tangga.

Staf Sekretariat KPA Kabupaten Karawang Yana Aryana, mengatakan, angka tersebut diperoleh dari pendataan yang dilakukan pihaknya dari tahun 2009 - November 2014.

"Dari tahun ke tahun jumlah orang yang terinveksi HIV di Karawang terus bertambah. Tahun 2009, angka sebanyak 170 orang. Kemudian tahun 2010 naik menjadi 197 orang," ujarnya, Senin (23/11/2014).

Kemudian 2011, jumlahnya kembali meningkat jadi 220 orang. Angka itu terus bertambah, di 2013 menjadi 352 orang.

Menurut dia, penularan HIV/AIDS di Kabupaten Karawang semakin memprihatinkan. Selain orang dewasa, penyakit yang disebabkan oleh hubungan seks dan penggunaan narkoba tersebut, juga menyerang pelajar.

"Tahun 2014 jumlahnya semakin signifikan menjadi 425 orang. Parahnya, dari jumlah itu 12 orang diantaranya pelajar, dua orang PNS dan 60 orang ibu rumah tangga," lanjut Yana.

Dari jumlah penduduk Karawang 2,1 juta orang, sambung Yana, sebanyak 20% pria dewasa di Karawang itu berhubungan seks diluar .

"Itu menjadi salah satu faktor, kenapa virus ini begitu cepat menjalar di Karawang," katanya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 137.097 pria Karawang 'jajan' di tempat prostitusi, lalu 109.677 menikah dengan pria beresiko tinggi, ada 2.787 gay, 1.175 wanita penjaja seks (WPS), dan sebanyak 317 orang pengguna jarum suntik.

Dia melanjutkan, saat ini penyebaran virus HIV/AIDS sudah berubah tren, dari awalnya hanya pelaku tapi sekarang sudah merambah ke keluarga.

"Sebelumnya dari laki-laki beresiko tinggi, lalu berubah ke ibu rumah tangga bahkan ke anak kecil," timpalnya.

Yana membeberkan, perubahan tren tersebut tak terlepas dari perilaku hidup keluarga tersebut.

Dia mencontohkan, sang suami yang kerap 'jajan' tak menyadari dia sudah tertular virus HIV/AIDS, lalu menularkan ke sang istri melalui hubungan intim. Lalu sang istri yang hamil mewariskan ke anaknya ketika lahir nanti.

"Suami tertular karena perilaku di luar suka jajan akhirnya dibawa ke rumah. Istri tertular suami, anak tertular dari ibunya, jadi mewariskan penyakit," bebernya.
(sms)
Berita Terkait
Wijianto Jalan Kaki...
Wijianto Jalan Kaki di 30 Provinsi untuk Hapus Stigma Orang dengan HIV
Diidap Ratusan Mahasiswa...
Diidap Ratusan Mahasiswa di Bandung, Apa Itu HIV AIDS?
Kaum Wanita dan Anak...
Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS
Badai COVID-19 Belum...
Badai COVID-19 Belum Berlalu, Kini Muncul Strain HIV Supermutan
Pengidap HIV-AIDS di...
Pengidap HIV-AIDS di Sulsel Mencapai 26 Ribu Orang
Luc Montagnier, Ilmuwan...
Luc Montagnier, Ilmuwan Penemu Virus HIV/AIDS Meninggal Dunia
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
17 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
22 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
28 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
38 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
48 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved