Dua Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor di Sijunjung

Jum'at, 21 November 2014 - 15:56 WIB
Dua Kakak Beradik Tewas...
Dua Kakak Beradik Tewas Tertimbun Longsor di Sijunjung
A A A
MUARO SIJUNJUNG - Gita (11) dan Romi (7) dua kakak beradik warga Jorong Ranah Pinago, Nagari Siaua, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumbar, tewas tertimbun longsor yang menimpa rumah mereka, Jumat dinihari (21/11/2014).

Menurut Kapusdatinmas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mayat Romi dan Gita ditemukan saat proses evakuasi dilakukan pada pukul 04.20 WIB dan 05.15 WIB.

"Sementara kedua orangtua mereka Gifrianto (bapak) dan Yur (ibu) berhasil selamat dari maut," ungkap Sutopo dalam rilis yang dikirim ke Sindonews, Jumat (21/11/2014).

Menurut Sutopo, musibah longsor terjadi akibat hujan deras yang terjadi sejak Kamis 20 November pukul 23.00 WIB hingga pagi harinya Jumat (21/11/2014) sekitar pukul 03.30 WIB.

Akibat hujan deras tersebut sedikitnya 12 titik di sepanjang Jalur Lintas Sumatera mulai dari Muaro Linggau hingga Kiliranjawo, Kabupaten Sijunjung, Sumbar terjadi longsor.

"Longsor di Jorong Ranah Pinago, Nagari Siaua, Kamang Baru ini menyebabkan satu rumah roboh sehingga merenggut nyawa Gita dan Romi, " kata Sutopo.

Kerusakan lain, kata dia adalah dua unit rumah, namun BPBD dan Dinas PU telah membersihkan jalan dari material longsor. Saat ini kondisi jalan sudah dapat dilalui kembali.

"Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan. Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak hujan pada Januari 2015 sehingga potensi longsor dan banjir meningkat, " ujarnya.

Longsor, kata dia, adalah bencana yang menyebabkan korban jiwa paling banyak selama 2014. Dari total kejadian 332 kejadian longsor, telah menyebabkan 262 orang meninggal dunia.

Sutopo menegaskan, daerah rawan longsor yang perlu memperoleh perhatian yaitu daerah-daerah pegunungan dan perbukitan di sepanjang Bukit Barisan dari Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Sumsel, Lampung.

Di Jawa dan Bali bagian tengah dan selatan. Di Sulawesi hampir sebagian besar semua wilayah.
Beberapa gejala umum sebelum longsor, lanjut Sutopo, ditandai adanya keretakan tanah, amblesnya tanah pada lereng.

Selain itu terjadi penggembungan pada tebing lereng, miringnya pohon-pohon atau tiang-tiang pada lereng, munculnya rembesan air pada lereng secara tiba-tiba, dan mata air pada lereng menjadi keruh secara tiba-tiba.
(sms)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Berita Terkini
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
48 menit yang lalu
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
1 jam yang lalu
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
1 jam yang lalu
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
2 jam yang lalu
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
3 jam yang lalu
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved