Bentrok TNI-Polri, Satu Selongsong Peluru Dihargai Rp2 Ribu
Kamis, 20 November 2014 - 14:29 WIB
Bentrok TNI-Polri, Satu Selongsong Peluru Dihargai Rp2 Ribu
A
A
A
BATAM - Sejumlah anak di sekitar lokasi bentrok TNI-Polri antusias mencari selongsong peluru. Sebab, oleh salah seorang anggota tim investigasi dari Kodam Bukit Barisan, satu selongsong peluru dihargai Rp2 ribu.
Sehari pascabaku tembak di halaman Mako Brimob Polda Kepri, tim investigasi dari Kodam Bukit Barisan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengabadikan sejumlah bangunan dan kendaraan milik warga yang terkena tembakan saat kejadian.
Berdasarkan pantauan Kamis (20/11/2014), terdapat bekas tembakan di lima toko dan satu rumah makan. Sekitar setengah jam melakukan penyisiran, puluhan selongsong peluru berhasil ditemukan.
Di sela-sela tim investigasi melakukan pencarian fakta dan selongsong peluru, salah seorang anggota membanderol satu selongsong peluru seharga Rp2 ribu. Mendengar selongsong peluru dihargai Rp2 ribu, belasan anak warga sekitar menyebar dan melakukan pencarian selongsong peluru.
Adul, salah seorang bocah yang semangat mencari selongsong peluru mengatakan, pagi hari saat bangun tidur, dia melihat banyak selongsong peluru di depan rumahnya. "Pagi banyak depan rumah, tapi sudah dibersihkan Mamak," kata Adul.
Merasa tergiur dengan harga yang ditawarkan, ia berusaha mencari selongsong peluru di sekitar Lapas Barelang. Selama beberapa menit mencari selongsong, ia berhasil mendapatkan delapan selongsong peluru. "Lumayan juga dapat delapan selongsong," katanya.
Sehari pascabaku tembak di halaman Mako Brimob Polda Kepri, tim investigasi dari Kodam Bukit Barisan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengabadikan sejumlah bangunan dan kendaraan milik warga yang terkena tembakan saat kejadian.
Berdasarkan pantauan Kamis (20/11/2014), terdapat bekas tembakan di lima toko dan satu rumah makan. Sekitar setengah jam melakukan penyisiran, puluhan selongsong peluru berhasil ditemukan.
Di sela-sela tim investigasi melakukan pencarian fakta dan selongsong peluru, salah seorang anggota membanderol satu selongsong peluru seharga Rp2 ribu. Mendengar selongsong peluru dihargai Rp2 ribu, belasan anak warga sekitar menyebar dan melakukan pencarian selongsong peluru.
Adul, salah seorang bocah yang semangat mencari selongsong peluru mengatakan, pagi hari saat bangun tidur, dia melihat banyak selongsong peluru di depan rumahnya. "Pagi banyak depan rumah, tapi sudah dibersihkan Mamak," kata Adul.
Merasa tergiur dengan harga yang ditawarkan, ia berusaha mencari selongsong peluru di sekitar Lapas Barelang. Selama beberapa menit mencari selongsong, ia berhasil mendapatkan delapan selongsong peluru. "Lumayan juga dapat delapan selongsong," katanya.
(zik)