Harga BBM Eceran di Sulut Tembus Rp10.000 Perliter
Selasa, 18 November 2014 - 05:03 WIB
Harga BBM Eceran di Sulut Tembus Rp10.000 Perliter
A
A
A
MANADO - Sejumlah penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di Kota Manado terangsang ikut menaikkan harga BBM eceran.
Hal ini menyusul ditetapkannya kenaikan harga BBM bersubsidi oleh Presiden Jokowi untuk premium dinaikan Rp8.500 dari harga sebelumnya Rp6.500/liter. Sementara solar dari Rp5.500 naik menjadi Rp7.500/liter.
"BBM naik di SPBU, mau tidak mau harga eceran pun harus kami ubah sesuai kenaikan saat ini, yakni Rp2.000," ujar Yudi, salah satu penjual bensin dan solar di Jalan Boulevard, Manado, Selasa (18/11/2014).
Menurut Yudi, dari sejumlah pengecer di sepanjang Jalan Boulevard dan Jalan Sam Ratulangi, sudah sepakat menaikkan harga terbaru premium dan solar eceran dari Rp8.000/liter naik menjadi Rp10.000/liter.
"Kami para penjual BBM sudah sepakat menaikkan harga serentak Rp10.000/liter untuk bensin dan solar," jelasnya.
Sementara, ibu rumah tangga yang akrab di sapa Ci Nong di Jalan Sam Ratulangi, pun mengaku, harga terbaru bensin dan solar saat ini Rp10.000/liter.
"Kenaikan ini, besar kemungkinan serentak berlaku di seluruh kabupaten kota di Sulut, (di luar daerah kepulauan). Pasalnya, saya dan beberapa teman pengecer lainnya, sudah saling berkoordinasi dan sepakat sama harga Rp10.000," jelasnya.
Yang paling parah, kata dia, kenaikan eceran di daerah Kepulauan Talaud dan daerah sekitarnya. Yakni dari Rp15.000 per liter, dengar kabar baru-baru ini, mereka akan menaikkan Rp20.000 per liter.
"Entah itu benar atau tidak kami belum mengetahui pasti. Namun yang jelas salah satu pengecer kami telepon tadi mengaku dengan harga baru premium Rp20.000/liter," timpalnya.
Sukri Koto, pengendara ditemui mengisi BBM di Boulevard mengaku kaget dengan harga premium terbaru itu. "Wah gawat, bensin eceran sudah tembus Rp10.000. Mau tidak mau terpaksa beli dari pada mau ke SPBU, sudah tutup," pungkasnya.
Hal ini menyusul ditetapkannya kenaikan harga BBM bersubsidi oleh Presiden Jokowi untuk premium dinaikan Rp8.500 dari harga sebelumnya Rp6.500/liter. Sementara solar dari Rp5.500 naik menjadi Rp7.500/liter.
"BBM naik di SPBU, mau tidak mau harga eceran pun harus kami ubah sesuai kenaikan saat ini, yakni Rp2.000," ujar Yudi, salah satu penjual bensin dan solar di Jalan Boulevard, Manado, Selasa (18/11/2014).
Menurut Yudi, dari sejumlah pengecer di sepanjang Jalan Boulevard dan Jalan Sam Ratulangi, sudah sepakat menaikkan harga terbaru premium dan solar eceran dari Rp8.000/liter naik menjadi Rp10.000/liter.
"Kami para penjual BBM sudah sepakat menaikkan harga serentak Rp10.000/liter untuk bensin dan solar," jelasnya.
Sementara, ibu rumah tangga yang akrab di sapa Ci Nong di Jalan Sam Ratulangi, pun mengaku, harga terbaru bensin dan solar saat ini Rp10.000/liter.
"Kenaikan ini, besar kemungkinan serentak berlaku di seluruh kabupaten kota di Sulut, (di luar daerah kepulauan). Pasalnya, saya dan beberapa teman pengecer lainnya, sudah saling berkoordinasi dan sepakat sama harga Rp10.000," jelasnya.
Yang paling parah, kata dia, kenaikan eceran di daerah Kepulauan Talaud dan daerah sekitarnya. Yakni dari Rp15.000 per liter, dengar kabar baru-baru ini, mereka akan menaikkan Rp20.000 per liter.
"Entah itu benar atau tidak kami belum mengetahui pasti. Namun yang jelas salah satu pengecer kami telepon tadi mengaku dengan harga baru premium Rp20.000/liter," timpalnya.
Sukri Koto, pengendara ditemui mengisi BBM di Boulevard mengaku kaget dengan harga premium terbaru itu. "Wah gawat, bensin eceran sudah tembus Rp10.000. Mau tidak mau terpaksa beli dari pada mau ke SPBU, sudah tutup," pungkasnya.
(sms)