Bupati Sukabumi Usulkan KHL Rp1,9 Juta

Jum'at, 14 November 2014 - 18:27 WIB
Bupati Sukabumi Usulkan...
Bupati Sukabumi Usulkan KHL Rp1,9 Juta
A A A
SUKABUMI - Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengusulkan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) mencapai kurang lebih Rp1,9 juta. Besaran tersebut akan menjadi dasar utama penentuan upah minimum kabupaten (UMK) untuk tahun 2015.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi Aam Amar Halim menerangkan besaran KHL yang telah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat itu merupakan hasil pertimbangan Bupati Sukmawijaya. Pasalnya, pada saat proses penetapan KHL di tingkat dewan pengupahan daerah sempat berjalan alot.

Kondisi itu disebabkan adanya perbedaan antara hasil survei KHL versi organisasi buruh yakni Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dengan hasil survei versi dewan pengupahan. SPSI mendesak agar besaran KHL yang harus diusulkan kepada pemerintah daerah sebesar kurang lebih Rp2 juta.

Angka tersebut merupakan hasil survei lapangan yang dilakukan SPSI di empat pasar tradisional. Sementara, dewan pengupahan daerah ngotot besaran KHL sekitar Rp1,742.881.

"Karena deadlock, maka penetapan KHL diserahkan sepenuhnya kepada Pak Bupati. Hasilnya, besaran KHL ditetapkan Rp1,9 juta. Angka inilah yang sudah diusulkan kepada Pak Gubernur beberapa hari lalu," ujar Aam.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Konfederasi SP TSK-SPSI Mochammad Popon menerangkan, organisasinya sangat menolak besaran angka KHL versi dewan pengupahan daerah. Alasannya, saat proses penentuan KHL, dewan pengupahan hanya melakukan survei di tiga pasar. Karena itu, besaran KHL yang diputuskan sangat minim.

Sementara, SPSI melakukan survei di empat pasar sehingga besaran kebutuhan hidup layak berada pada angka Rp2 juta.

"Kini besaran KHL sudah ditetapkan oleh Bupati. Kami (SPSI) sangat mendukung sekali keputusan Beliau, sebab angka KHL yang diusulkan kepada Pemda Provinsi Jabar jauh lebih tinggi dari angka KHL versi dewan pengupahan," tegas Popon.
(zik)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
8 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved