Bayi Gajah Sumatera Lahir di TSI Prigen

Jum'at, 14 November 2014 - 17:58 WIB
Bayi Gajah Sumatera...
Bayi Gajah Sumatera Lahir di TSI Prigen
A A A
PASURUAN - Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan, berhasil mengembangbiakkan salah satu satwa langka dan dilindungi yakni gajah sumatera (elephas maximus sumatranus). Bayi gajah berjenis kelamin betina tersebut lahir pada 6 November lalu dengan berat 83 Kg tinggi 82 cm dan panjang 70 cm.

Kelahiran gajah ini menambah koleksi satwa langka TSI II Prigen menjadi 26 ekor. Anakan gajah ini lahir dari induk Siska (20) dan pejantan Subaru (40). Kelahiran satwa sub spesies dari gajah asia ini merupakan yang ke-10 di TSI II Prigen.

Menurut dokter satwa TSI II Prigen, Praticta Ayu, proses kelahiran gajah ini berlangsung secara normal dan alamiah setelah berada pada masa kandungan selama 22 bulan. Pada sekitar pukul 01.00 WIB, gajah-gajah yang berada dalam kandang berteriak seolah menyambut kelahiran bayi gajah tersebut.

"Gajah-gajah ini bersuara keras seolah memberikan ucapan selamat atas lahirnya bayi gajah. Ia lahir secara normal tanpa sepengetahuan keeper gajah. Saat ini induk dan bayi gajah berada dalam kandang khusus dengan pemantauan keeper," kata Praticta Ayu.

Menurut Praticta, gajah sumatera merupakan sub spesies dari gajah asia yang tersebar dari India hingga Indonesia. Secara umum, gajah asia memiliki ukuran lebih kecil dari gajah afrika. Berbeda dengan gajah afrika yang memiliki gading panjang pada jantan dan betina, gajah asia berjenis kelamin jantan yang memiliki gading panjang.

Berdasar data International Union for Conservation of Nature (IUCN), gajah sumatera merupakan satwa yang sangat terancam punah (critically endangered). Pada saat ini, populasi gajah sumatera liar hanya bisa dijumpai di beberapa kawasan konservasi di Pulau Sumatera dengan jumlah populasi yang terus menurun.

"Pada tahun 2008 jumlah populasi gajah sumatera hanya sekitar 1.600 ekor," kata Praticta.
(zik)
Berita Terkait
3 Penjual Satwa Dilindungi...
3 Penjual Satwa Dilindungi Dibekuk, Polisi Amankan Trenggiling dan Burung Langka
Banyak Spesies Indonesia...
Banyak Spesies Indonesia Terancam Punah: Bagaimana Cara Menyelamatkannya?
Hewan Dilindungi Elang...
Hewan Dilindungi Elang Bido Diselamatkan Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar
Duyung Viral di Pangkalpinang...
Duyung Viral di Pangkalpinang Ditemukan Mati, Dievakuasi ke Alobi
Polisi Tangkap 2 Penjual...
Polisi Tangkap 2 Penjual Satwa Dilindungi di Medan, 4 Lutung Sumatera dan 2 Kukang Disita
1.000 Satwa yang Diawetkan...
1.000 Satwa yang Diawetkan Disita Polisi Spanyol, Koleksi Spesies Langka Ini Bernilai Rp460 Miliar
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
4 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
4 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved