Sekap 4 Satpam, Perampok Gasak Rp380 Juta
Jum'at, 14 November 2014 - 17:56 WIB
Sekap 4 Satpam, Perampok Gasak Rp380 Juta
A
A
A
SUKABUMI - Tiga kawanan perampok bercadar berhasil menggasak dana operasional Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi sebesar Rp360 juta yang tersimpan di dalam brankas, Jumat (14/11/2014).
Peristiwa perampokan ini terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Sebelum menjarah uang tunai Rp380 juta, perampok yang diperkirakan berjumlah tiga orang ini terlebih dahulu melumpuhkan dan menyekap empat orang satpam yang tengah melakukan penjagaan di sekitar kantor disdik di Desa Cikembang, Kecamatan Cikembar itu.
Mereka memasuki kantor disdik melalui pintu belakang bangunan. Di lokasi itu, tiga pelaku yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam jenis parang dan linggis tersebut berhasil melumpuhkan dua orang satpam, masing-masing Deni Firmansyah (36) dan Edi Supriadi (45).
Keduanya yang tengah melakukan penjagaan di sekitar bangunan gudang dinas ini mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat terkena sabetan senjata tajam.
Selanjutnya pelaku yang umumnya bertubuh tegap ini bergerak ke arah depan kantor. Kali ini giliran Yandi (31) dan Iyan (27) yang tengah berjaga di sekitar pintu masuk kantor mendapat serangan dadakan dari para pelaku.
Dalam waktu singkat keduanya tersungkur setelah dihantam parang. Oleh para pelaku, keempat satpam itu diikat menggunakan lakban mulai dari lengan, kaki hingga mulut.
Usai melumpuhkannya, para pelaku dengan leluasa membongkar seluruh ruang kantor dinas. Uang tunai sebesar Rp380 juta yang tersimpan di dalam lemari brankas berhasil dijarah para pelaku.
“Jumlah uang yang tersimpan di dalam brankas itu seluruhnya mencapai Rp400 juta. Namun sepertinya para pelaku tidak berhasil menemukan semuanya, sebab uang sebesar Rp20 juta terselip diantara buku,” ujar Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman kepada wartawan.
Kanit Reskrim Polsek Cikembar, Ipda Hermansyah, menerangkan ketiga pelaku diketahui berpostur tubuh tinggi dan besar.
Sejauh ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga memintai keterangan para saksi korban.
“Tubuh para pelaku umumnya tinggi besar. Mereka membawa senjata jenis parang serta linggis yang diduga digunakan untuk membongkar pintu serta lemari brankas,” tutur Hermansyah.
Peristiwa perampokan ini terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Sebelum menjarah uang tunai Rp380 juta, perampok yang diperkirakan berjumlah tiga orang ini terlebih dahulu melumpuhkan dan menyekap empat orang satpam yang tengah melakukan penjagaan di sekitar kantor disdik di Desa Cikembang, Kecamatan Cikembar itu.
Mereka memasuki kantor disdik melalui pintu belakang bangunan. Di lokasi itu, tiga pelaku yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam jenis parang dan linggis tersebut berhasil melumpuhkan dua orang satpam, masing-masing Deni Firmansyah (36) dan Edi Supriadi (45).
Keduanya yang tengah melakukan penjagaan di sekitar bangunan gudang dinas ini mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat terkena sabetan senjata tajam.
Selanjutnya pelaku yang umumnya bertubuh tegap ini bergerak ke arah depan kantor. Kali ini giliran Yandi (31) dan Iyan (27) yang tengah berjaga di sekitar pintu masuk kantor mendapat serangan dadakan dari para pelaku.
Dalam waktu singkat keduanya tersungkur setelah dihantam parang. Oleh para pelaku, keempat satpam itu diikat menggunakan lakban mulai dari lengan, kaki hingga mulut.
Usai melumpuhkannya, para pelaku dengan leluasa membongkar seluruh ruang kantor dinas. Uang tunai sebesar Rp380 juta yang tersimpan di dalam lemari brankas berhasil dijarah para pelaku.
“Jumlah uang yang tersimpan di dalam brankas itu seluruhnya mencapai Rp400 juta. Namun sepertinya para pelaku tidak berhasil menemukan semuanya, sebab uang sebesar Rp20 juta terselip diantara buku,” ujar Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman kepada wartawan.
Kanit Reskrim Polsek Cikembar, Ipda Hermansyah, menerangkan ketiga pelaku diketahui berpostur tubuh tinggi dan besar.
Sejauh ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga memintai keterangan para saksi korban.
“Tubuh para pelaku umumnya tinggi besar. Mereka membawa senjata jenis parang serta linggis yang diduga digunakan untuk membongkar pintu serta lemari brankas,” tutur Hermansyah.
(sms)