Lagi, Satu Rumah Roboh Diterjang Angin dan Hujan Deras
Selasa, 11 November 2014 - 13:31 WIB
Lagi, Satu Rumah Roboh Diterjang Angin dan Hujan Deras
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Gunungkidul benar benar membutuhkan kewaspadaan warga.
Kemarin, satu rumah kembali ambruk dan rata dengan tanah akibat diterjang hujan deras serta angin kencang. Rumah yang ambruk ini diketahui milik Suratimin, warga Du sun Surobayan, Sumberejo, Se min ini ambruk setelah hujan yang cukup deras mengguyur wi layah tersebut kemarin siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran rumah tersebut ditinggal pemiliknya merantau ke Jakarta. Kepala Dusun Surobayan, Suladi, mengatakan rumah tersebut ambruk sekitar pukul 14.00 WIB.
Waktu itu di dusunnya mendung sangat pekat. Tidak lama kemudian, hujan deras mengguyur dan diikuti angin kencang. “Awalnya memang ada suara gemuruh, tidak la ma kemudian rumah kosong be r bentuk limasan itu ambruk se luruhnya,” katanya kepada war tawan, kemarin. Dengan ambruknya rumah tersebut, para warga segera men datangi rumah Suratimin. Sedangkan warga lainnya ada yang menghubungi meng gu nakan telepon seluler.
“Katanya dia langsung pulang begitu mendengar kabar,” ucapnya. Dijelaskannya, rumah milik Suratmin tersebut sebenarnya kondisinya cukup baik. Kayu balok yang menjadi penyangga utama belum lapuk. Kemungkinan besar, robohnya rumah di sebabkan tidak kuat mena han terjangan air hujan yang ke betulan cu kup deras serta angin kencang. ”Hujan di sini memang cukup deras ditambah angin kencang. Ini kemungkinan penyebabnya, kalau rumahnya belum lapuk kayu-kayu nya,” ucapnya.
Usai kejadian, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan ben cana daerah (BPBD) Gunung kidul langsung menuju lokasi. Bantuan makanan dan per lengkapan kerja bakti langsung disalurkan ke warga. “Kami berikan bantuan untuk kerja bakti yang akan dilakukan esok hari,” ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono. Dia berharap, warga was pada dengan mulai turunnya hujan ini.
Selain kejadian puting beliung, warga yang berada di perbukitan juga diminta was pada dengan ancaman tanah longsor. “Hujan pertama kali ini langsung deras. Sehingga ba nyak bukit labil yang me ngan cam. Kami minta warga benar-benar waspada. Jika hujan deras, lebih baik was pada dan meninggalkan rumah seandai nya dirasa tidak aman,” tandas nya.
Suharjono
Kemarin, satu rumah kembali ambruk dan rata dengan tanah akibat diterjang hujan deras serta angin kencang. Rumah yang ambruk ini diketahui milik Suratimin, warga Du sun Surobayan, Sumberejo, Se min ini ambruk setelah hujan yang cukup deras mengguyur wi layah tersebut kemarin siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran rumah tersebut ditinggal pemiliknya merantau ke Jakarta. Kepala Dusun Surobayan, Suladi, mengatakan rumah tersebut ambruk sekitar pukul 14.00 WIB.
Waktu itu di dusunnya mendung sangat pekat. Tidak lama kemudian, hujan deras mengguyur dan diikuti angin kencang. “Awalnya memang ada suara gemuruh, tidak la ma kemudian rumah kosong be r bentuk limasan itu ambruk se luruhnya,” katanya kepada war tawan, kemarin. Dengan ambruknya rumah tersebut, para warga segera men datangi rumah Suratimin. Sedangkan warga lainnya ada yang menghubungi meng gu nakan telepon seluler.
“Katanya dia langsung pulang begitu mendengar kabar,” ucapnya. Dijelaskannya, rumah milik Suratmin tersebut sebenarnya kondisinya cukup baik. Kayu balok yang menjadi penyangga utama belum lapuk. Kemungkinan besar, robohnya rumah di sebabkan tidak kuat mena han terjangan air hujan yang ke betulan cu kup deras serta angin kencang. ”Hujan di sini memang cukup deras ditambah angin kencang. Ini kemungkinan penyebabnya, kalau rumahnya belum lapuk kayu-kayu nya,” ucapnya.
Usai kejadian, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan ben cana daerah (BPBD) Gunung kidul langsung menuju lokasi. Bantuan makanan dan per lengkapan kerja bakti langsung disalurkan ke warga. “Kami berikan bantuan untuk kerja bakti yang akan dilakukan esok hari,” ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono. Dia berharap, warga was pada dengan mulai turunnya hujan ini.
Selain kejadian puting beliung, warga yang berada di perbukitan juga diminta was pada dengan ancaman tanah longsor. “Hujan pertama kali ini langsung deras. Sehingga ba nyak bukit labil yang me ngan cam. Kami minta warga benar-benar waspada. Jika hujan deras, lebih baik was pada dan meninggalkan rumah seandai nya dirasa tidak aman,” tandas nya.
Suharjono
(ars)