Tak Larang Pemain Pergi

Minggu, 09 November 2014 - 13:09 WIB
Tak Larang Pemain Pergi
Tak Larang Pemain Pergi
A A A
SEMARANG - CEO PT Mahesa Jenar Semarang, perusahaan pengelola PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengaku tidak akan melarang pemain yang dinilai memiliki kontribusi bagus musim ini untuk pindah ke klub lain.

Para pemain diberi kesempatan memilih masa depannya sendiri. “Para pemain sudah dewasa, sudah memahami mana tim yang sehat dan tidak. Kalau yang tidak ingin kembali bergabung, silakan,” ujar Yoyok, seusai acara perpisahan manajemen, pemain, dan ofisialdi rumah makan kawasan Anjasmoro Semarang, kemarin.

Tim PSIS akan dibubarkan pada Senin (10/11) bersamaan dengan habisnya masa kontrak. Sebelum dibubarkan, manajemen akan melunasi hak pemain, tim pelatih, dan ofisial terlebih dulu. Kendati tidak memagari pemain, Yoyok masih berharap seluruh pemain bisa kembali bergabung, minimal 90% dari keseluruhan para pemain yang ada saat ini.

Dengan begitu, musim depan hanya tinggal menambah kekurangan satu, dua, tiga pemain. Pengurus tidak akan melakukan seleksi dari awal lagi karena tim sudah terbentuk. “Jadi, tinggal menutup lubang di sana-sini. Kalau kelemahan yang ada sekarang, seperti jika Franky cedera, ketika diturunkan pemain pengganti, karakternya bukan seperti lagi tim PSIS,” ujarnya.

Manajemen menyadari tidak bisa memberi gaji yang besar bagi pemain. Sejak awal musim, pengurus sudah mulai menghemat pengeluaran agar bisa sampai finis di babak final. Pasalnya, dana yang dikeluarkan dalam pertandingan dengan format kandang dan tandang sangat besar. Yang pasti, manajemen tidak akan membohongi pemain. “Banyak tim menawarkan gaji besar dan janji bonus banyak. Tapi, nyatanya, pemain hanya digaji satu bulan, selebihnya menunggak,” tutur pemilik nama asli AS Sukawijaya ini.

Soal sanksi yang bakal diterima pengurus, pelatih, dan pemain terkait sepak bola “gajah” beberapa waktu lalu, putra mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip ini siap memperjuangkan agar diperingan. Masalah itu masih menjadi tanggung jawabnya selaku pemilik perusahaan. Menurutnya, untuk sanksi diskualifikasi memang tidak bisa banding. Namun, untuk sanksi kepada pemain, pelatih, dan manajemen tetap bisa diajukan banding.

“Masalah itu sudah kami lupakan dan kami menatap musim depan dengan membentuk tim yang lebih bagus dari musim ini. Diskualifikasi memang tidak bisa dibanding karena ada pencitraan dari Ketua Umum PSSI dan Komisi Disiplin,” paparnya. Sejumlah pemain memberi sinyal tetap membela PSIS musim depan, seperti Sunar Sulaiman. Sunar berharap dapat berjumpa dengan koleganya di tim pada musim depan. Pemain paling senior di PSIS itu sudah merasa nyaman di PSIS.

“Di sini sudah seperti keluarga dan sangat kompak,” kata Sunar. Bek PSIS Anam Syahrul juga menyatakan siap kembali membela Mahesa Jenar jika masih dipercaya manajemen, kendati di tempat asalnya, Persijap Jepara, musim depan juga akan berlaga di Divisi Utama. “Saya prioritaskan PSIS,” katanya. Lain halnya dengan Safrudin Tahar. Bek kanan itu kabarnya akan dipinang Persija Jakarta. Mantan pemain PSM Makassar itu masih melihat kondisi PSIS sebelum menyatakan kembali bergabung.

Arif purniawan
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
9 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved