Angkot di Bogor Akan Ditempel Stiker Penilaian Perilaku Sopir
Jum'at, 07 November 2014 - 22:23 WIB
Angkot di Bogor Akan Ditempel Stiker Penilaian Perilaku Sopir
A
A
A
BOGOR - Polres Bogor Kota mengusulkan untuk memberikan penilaian predikat terbaik dan terburuk terhadap perilaku sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bogor.
Pasalnya, selama ini jajaran Polres Bogor Kota kerap menerima pengaduan dari masyarakat terkait salah satu biang kemacetan di Kota Bogor. Karena banyaknya sopir angkot yang berperilaku buruk saat berkendara.
Kapolres Bogor Kota AKBP Irsan mengatakan, sudah mengusulkan kepada Pemkot Bogor agar memberi tanda berupa stiker predikat terbaik dan terburuk di setiap angkot di Bogor.
"Ini tujuannya memberikan efek jera terhadap sopir angkot yang berperilaku buruk saat berkendara. Sehingga nantinya penumpang enggan menaiki angkot yang memiliki tanda atau predikat terburuk. Justru sebaliknya, angkot yang diberi tanda terbaik akan ramai ditumpangi," kata Irsan di kantornya, Jumat (7/11/2014).
Kondisi tersebut, tentunya bakal berdampak pada ketertiban dan kelancaran saat berlalu lintas.
Irsan berharap dengan predikat terbaik dan terburuk yang ditunjang dengan langkah pencegahan yang konsisten dan transparan, maka akan efektif mengatasi kemacetan.
"Kalau selama ini penindakan selalu tidak efektif, karena ada peluang untuk dilakukan negosiasi oleh petugas di lapangan," paparnya.
Pasalnya, selama ini jajaran Polres Bogor Kota kerap menerima pengaduan dari masyarakat terkait salah satu biang kemacetan di Kota Bogor. Karena banyaknya sopir angkot yang berperilaku buruk saat berkendara.
Kapolres Bogor Kota AKBP Irsan mengatakan, sudah mengusulkan kepada Pemkot Bogor agar memberi tanda berupa stiker predikat terbaik dan terburuk di setiap angkot di Bogor.
"Ini tujuannya memberikan efek jera terhadap sopir angkot yang berperilaku buruk saat berkendara. Sehingga nantinya penumpang enggan menaiki angkot yang memiliki tanda atau predikat terburuk. Justru sebaliknya, angkot yang diberi tanda terbaik akan ramai ditumpangi," kata Irsan di kantornya, Jumat (7/11/2014).
Kondisi tersebut, tentunya bakal berdampak pada ketertiban dan kelancaran saat berlalu lintas.
Irsan berharap dengan predikat terbaik dan terburuk yang ditunjang dengan langkah pencegahan yang konsisten dan transparan, maka akan efektif mengatasi kemacetan.
"Kalau selama ini penindakan selalu tidak efektif, karena ada peluang untuk dilakukan negosiasi oleh petugas di lapangan," paparnya.
(whb)