Dua Pekan Kritis Ditombak, Kerbau Kiai Slamet Mati

Kamis, 06 November 2014 - 13:36 WIB
Dua Pekan Kritis Ditombak,...
Dua Pekan Kritis Ditombak, Kerbau Kiai Slamet Mati
A A A
SOLO - Seekor kerbau bule keturunan Kiai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) mati akibat tertusuk tombak di bagian perut dan kaki.

Kerabat Keraton Kasunanan Surakarta KRMH Satrio Hadinagoro mengatakan kerbau keramat itu mati Selasa (5/11) malam di sebuah kandang milik Keraton yang berada di KabupatenS ukoharjo.“Kerbau itu mati setelah tidak kuat menahan rasa sakit usai ditombak orang tidak dikenal beberapa waktu lalu,” ujarnya kemarin.

Kerbau yang dikeramatkan itu dibawa ke kompleks Keraton Solo untuk dimakamkan layaknya manusia, Selasa malam. Sebelum dimakamkan, kerbau itu terlebih dulu disucikan oleh kerabat Keraton serta pawang kerbau Kiai Slamet. Setelah itu, kerbau dibalut kafan kemudian dikubur di dekat kandang utama Keraton yang berada di Alun-alun Selatan. “Kerbau itu langsung kami makamkan pada Selasa ma. Pemakaman itu dibantu oleh abdi dalem keraton dan masyarakat sekitar Keraton,” ucap Satrio.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo mengatakan bahwa kerbau tersebut mengalami luka serius. Pihak Keraton sebelumnya sudah mengupayakan penyembuhan kerbau kesayangan sang raja itu dengan cara melakukan operasi untuk mencabut tombak yang bersarang di perut kerbau. Operasi dilakukan tim dokter hewan dari Dinas Pertanian Kota Solo.

“Operasi itu berhasil dan kerbau dalam masa penyembuhan dan ditempatkan di kandang di wilayah Sukoharjo,” ungkapnya. Namun karena luka yang terjadi cukup serius, sang kerbau tidak bisa bertahan hidup dan mati Selasa malam. “Mata tombak itu sebelumnya mengeram di bagian perut kerbau, setelah dioperasi, tombak bisa dikeluarkan, namun nyawanya tidak tertolong,” ucap Kanjeng Win.

Pihaknya sudah melaporkan aksi penusukan kerbau keramat itu ke kepolisian. Kanjeng Win berharap dalam waktu dekat ini polisi dapat menangkap pelaku penusukan kerbau pusaka Keraton tersebut. Dia juga berharap kasus seperti itu tidak lagi terulang di masa yang akan datang.

Arief setiadi
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
25 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
28 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
28 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
41 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved